25 Peti Berisi Sparepart Moge Dibongkar Bea dan Cukai Atambua

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Pihak Bea dan Cukai yang bertugas di perbatasan Belu dengan Negara Timor Leste membongkar satu unit Container yang batal diberangkatkan di pelabuhan laut Atapupu, Rabu (4/10/2017).

Disaksikan media, pukul 14.45 Wita, petugas Bea dan Cukai Atambua mulai membongkar Containera berwarna merah di halaman samping Kantor lama Bea Cukai di pelabuhan Atapupu, Desa Jenilu, Kecamatan Kakuluk Mesak. Pembongkaran itu disaksikan pejabat Bea Cukai Atambua, penyidik Kanwil DJBC Bali, NTB dan NTT Bandoro dan perusahaan ekspedisi Mentariline Maksimus Keru.

Warga yang hadir tidak sabar untuk melihat isi container tersebut langsung turun tangan mencari alat bantu petugas membuka segel dan slot yang terpasang. Setelah terbuka container warga pun langsung berdesak-desakan untuk melihat dan kaget melihat jelas isi dalam peti yang terbuka alat-alat motor gede seperti tanki, motor, rangka, shock, lampu, setir serta alat lain yang diduga motor jenis Harley Davidson.

Sontak sebagian warga langsung berteriak melihat isi container itu dan mengucapkan ini penyelundupan sangat luar daripada penyelundupan bahan bakar minyak (BBM) selama ini oleh warga. “Kami penasaran apa isi peti itu. Ini baru pertama kali terjadi, barang ini mahal sekali dan bisa lolos ke pelabuhan,” ujar salah seorang warga.

Dibantu warga setempat petugas Bea Cukai mulai mengeluarkan satu persatu peti dengan diangkut oleh forklift dipindahkan ke kantor lama Bea Cukai. Sebagian warga yang turut menyaksikan pemindahan itu bahkan mengabadikan dengan mengambil foto.

Proses pemindahan menggunakan dua unit forklift dan sebagian diangkat warga selesai pada pukul 16.45 Wita disaksikan puluhan warga. Adapun jumlah peti berisi sparepart yang dipindahkan sebanyak 25 peti beda ukuran. Peti berukuran besar sebanyak 15 unit dan 10 peti berukuran sedang.

Plt Kepala Seksi Penindakan dan Pengawasan Kantor Bea Cukai Atambua, Roben Dima usai memindahkan peti kepada awak media menyampaikan, penyidik Kanwil DJBC Bali, NTB dan NTT diketuai Bandoro bersama staf langsung datang ke lokasi.

Jelas dia, penyidik Kanwil tugas khusus untuk mengecek informasi yang disampaikan dan ditindaklanjuti dengan penyidik dari Kanwil. Soal jenis barang sepintas bisa lihat tapi nanti kita lihat lebih jelas lagi, tapi yg ada bentuk sperpath motor.

“Seperti yang tadi kita lihat ada sparepart. Untuk memastikan itu kita masih lakukan pendalaman terkait dokumen barangnya. Kita belum bisa mengambil keputusan karena masih akan pencacahan,” ujar dia.

Selesai pencacahan lanjut Dima, pihaknya akan menyamakan alat motor yang terpisah-pisah untuk memastikan apakah itu motor lengkap atau hanya sparepart motor saja. Pihaknya akan mulai menghitung, memastikan sparepart serta jumlah dan itu akan memakan waktu kurang lebih empat hari.

“Kita cacah dulu, kita butuh pendalaman untuk penindakan selanjutnya. Intinya kita masih akan lakukan pendalaman kaitan dengan petinya. Kalau ada tindak pidana Kepabeanan kita langsung ke Jaksa,” pungkas Dima.

Untuk diketahui, container tersebut batal dikirim setelah digagalkan anggota TNI satuan Kodim 1605/Belu dan POM Subden Atambua saat akan dipindahkan ke kapal Mentariline setelah mendapat informasi container berisi motor gede. Container itu masuk ke Pelabuhan Atapupu pada 23 September lalu diduga dari Timor Leste masuk ke Indonesia melalui salah satu pos lintas batas negara Indonesia yang akan diberangkatkan ke Surabaya.

Hingga berita ini diturunkan, pemilik barang peti dalam container yang berinisial (D) yang disebutkan petugas ekspedisi Mentariline Maksi tidak hadir dilokasi pembongkaran. Tindakan pembongkaran dilakukan petugas Bea Cukai sesuai waktu 1 x 24 jam yang bersangkutan pemilik barang tidak datang pasca barangnya ditahan petugas.