September 2017, NTT Alami Inflasi 0,37 Persen

Bagikan Artikel ini

Laporan Jean Alfredo Neno
Kupang, NTTOnlinenow.com – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mencatat, pada September 2017 NTT mengalami inflasi sebesar 0,37 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 128,79.

Hal ini didampaikan Kepala BPS Provinsi NTT, Maritje Pattiwaellapia kepada wartawan di Kupang, Senin (2/10/2017).

Maritje menyebutkan, dari dua kota IHK di Nusa Tenggara Timur, Kota Kupang mengalami inflasi sebesar 0,33 persen dengan IHK 129,55 sedangkan Kota Maumere mengalami inflasi sebesar 0,59 persen dengan IHK 123,82 persen.

Inflasi September 2017 di NTT, Menurut Maritje, terjadi karena adanya kenaikan indeks harga pada lima dari tujuh kelompok pengeluaran, dimana kelompok pendidikan mengalami inflasi tertinggi sebesar 3,10 persen yang diikuti kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangn sebesar 1,29 persen.

Baca juga : IAKMI Gelar Forum Ilmiah Kesehatan Masyarakat

“Kelompok bahan makanan mengalami deflasi tertinggi sebesar 1,36 persen,” kata Maritje.

Dia mengungkapkan, dari 82 kota sampel IHK Nasional, terdapat 50 kota yang mengalami inflasi dan sisanya, 32 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Tual sebesar 1,59 persen dan terendah terjadi di Kota Depok dan Mamuju dengan inflasi sebesar 0,01 persen.

“Sedangkan deflasi terbesar terjadi pada Kota Manado yang sebesar 1,04 persen dan deflasi terkecil terjadi di Kota Tembilahan yang sebesar 0,01 persen,” tandasnya.