Hasil Pertandingan Copa NTT, Lembata FC dan Persemaja Gagal Menuju 8 Besar

Bagikan Artikel ini

Laporan Frans Watu
Jakarta, NTTOnlinenow.com – Lanjutan Copa NTT minggu 1 Oktober 2017 merupakan partai terakhir 16 besar, pertandingan pertama saling berhadapan Kupang FC vs Lembata FC dan pada pertandingan kedua berhadapan Persab Belu vs Persemaja Malaka.

Enam tim yang sudah memastikan lolos adalah Ikalsabda – SBD, PS Kota Kupang, Persftim Flores Timur, Perse Ende, Persami Maumere dan Sikka Selction. Dengan bertambahnya dua tim yang lolos hari ini, Kupang FC dan Persab Belu maka 8 tim akan maju dalam semi final yang akan dilaksanakan minggu depan.

Kupang FC vs Lembata FC
Hujan yang mengguyur stadion Ciracas tak menjadi halangan bagi kedua tim untuk memainkan si kulit bundar. Lapangan yang sedikit becek kadang menghambat lajunya si kulit bundar.

Didukung supporter yang atraktif membuat anak-anak asuhan Frans Watu Lembata FC tampil mendominasi permainan tiki-taka, sehingga anank-anak Kupang FC praktis bertahan dengan mengandalkan counter attack. Menguasai permainan dengan ball position 60-40, namun lemah dalam penyelesaian akhir. Sebaliknya anak-anak Kupang FC yang dilatih Simson Rumah Pasal bermain efektif dengan mengandalkan serangan balik memanfaatkan kecepatan dua strikernya.

Petaka bagi Lembata ketika pertandingan baru berjalan 16 menit, Kupang FC memperoleh pinalti akibat tackling yang dilakukan palang pintu Roni Rongan. Wili pemain Kupang FC melakukan tugasnya dengan baik, skor 1-0 untuk Kupang FC hingga turun minum.

Memasuki Babak kedua Frans Watu memasukan gelandang tengah Piter Diaz untuk menambah daya gedor. Permainan kaki ke kaki yang menjadi ciri permainan Lembata hampir membuahkan hasil, namun tendangan Piter Dias hanya beberapa centi di atas mister gawang Kupang FC. Anak-anak Sapi Putih dari Timor berhasil menambah gol dari kaki Freitas setelah melakukan serangan balik dan dua gol dari kaki Mores dan Irvank, skor akhir 4-0 untuk Kupang FC.

Baca juga : Hasil Pertandingan Copa NTT, Perseftim dan Perse Melaju ke 8 Besar

Rojo de Senon Ketua Suporter Ultras Lembata merasa kecewa dengan hasil yang diraih Lembata FC, dewi fortuna belum berpihak pada tim kami, ujar Rojo. Saya menggerakan 3 metro mini untuk mendukung tim Sembur Paus. Walaupun kalah kami tetap mengapresiasi permainan anak-anak Lembata, anda lihat saja permainan cantik dari kaki ke kaki ditambah skill individu yang mumpuni diatas rata-rata pemain Kupang FC, andai lapangan kering ceritranya akan lain, lanjut Rojo.

Persab Belu vs Persemaja Malaka
Di partai kedua berhadapan Persab vs Persemaja. Disaksikan ratusan pendukung setianya kedua tim saling silih berganti melakukan tekanan. Derbi yang ditunggu-tunggu pecinta sepakbola ibukota. Permainan berjalan dengan tempo yang sedang dan sesekali diselingi tackling yang keras sehingga membuat wasit harus bekerja ekstra keras.

Babak pertama berakhir dengan skor 2-1 untuk Belu, namun memasuki babak kedua, Anak-anak dari kaki Gunung Lakaan Malaka membuat pendukung Belu diam seribu bahasa dengan gol tercepat selam Copa NTT berlangsung. Pada menit ke 46 penyerang tengah Malaka berhasil melakukan solo run melewati 4 pemain belakng Belu dan berhasil mengecoh penjaga gawang Belu, skor 2-2. Pada menit ke 72 Malaka sempat unggul namun tendangan penyerang tengahnya dianulir wasit, karena salah satu pemain Malaka sudah berdiri dalam posisi off side sebelum terjadinya gol.

Edmundus Klau pelatih Malaka sempat kecewa dengan keputusan wasit yang menganulir gol tersebut. “saya kecewa karena wasit tidak jeli, menurut saya itu bola muntah yang lebas dari penjaga gawang, koq dibilang off side, papar Edmundus sambil terheran-heran. Namun Ketua Komisi Wasit Agustinus Maufa menjelasakan bahwa, sebelum terjadi shooting ke gawang Belu, salah satu penyerang Malaka sudah terlebih dahulu berdiri dalam posisi off side sehingga wasit garis mengangkat bendera. Sementara itu Yulius Bria salah satu tokoh senior dari Malaka tidak terlalu mempersoalkan hasil yang dicapai tim kesayangannya.

Turut sertanya Malaka dalam even yang baru pertama kali diadakan di kota metropolitan ini merupakan langkah awal Malaka dalam mempromosikan daearah yang baru di mekarkan dengan Kabupaten induknya Belu. “anak-anak sudah bermain bagus, bahkan bisa cetak gol, namun dewi fortuna belum berpihak pada kami, sambung Yulius puta Haitimuk, Besikama yang sudah lama menetap dibilangan Jakarta Selatan.