Kepengurusan Golkar NTT Didominasi Generasi Muda

Bagikan Artikel ini

Laporan Jean Alfredo Neno
Kupang, NTTOnlinenow.com – Kepengurusan Golkar NTT hasil musyawarah Daerah Luar Biasa (Musdalub) di Kupang, 27 September didominasi oleh generasi muda atau dikenal dengan generasi lapisan kedua Partai Golkar.
Ketua DPD Golkar NTT hasil musdalub, Melki Laka Lena sampaikan ini kepada wartawan di sekretariat partai itu, Kamis (28/9/2017).

Selain ditempati generasi muda, kepengurusan Golkar NTT hasil musdalub juga sangat kecil yakni hanya 12 perangkat. Ketua (Melki Laka Lena), Sekretaris (Inche Sayuna), Bendahara (Alfridus Bria Seran). Ketua harian (Mohammad Ansor). Ketua Koordinator Bidang (Korbid) Pemenangan Pemilu NTT satu meliputi Flores, Lemabata dan Alor (Anwar Pua Geno).

Korbid Pemenangan Pemilu NTT dua meliputi Timor, Sabu dan Rote Ndao (Semuel Nitti). Korbid Pemenangan Pemilu NTT tiga meliputi Sumba (Hugo Rehi Kalembu). Korbid Polkam dan Hubungan Luar Negeri (Frans Tulung). Korbid Kesejahteraan Rakyat (Gabriel Manek). Korbid Perekonomian (Zet Malelak). Korbid Pendidikan dan Pengembangan SDM (Ansgerius Takalapeta).

Melki mengatakan, pelaksanaan musdalub berjalan dinamis dan telah menghasilkan keputusan secara musyawarah mufakat. Kepengurusan didominasi generasi muda karena sesuai dengan arahan dan permintaan forum musdalub.

“DPP juga telah mengamanatkan agar kepengurusan di tingkat DPD diisi oleh generasi muda,” kata Melki.

Baca juga : Melki Laka Lena Terpilih Secara Aklamasi Pimpin Golkar NTT

Dia menyampaikan, Rabu (28/9) siang, dirinya berangkat ke Jakarta untuk mengkonsultasikan struktur kepengurusan DPD Golkar NTT hasil musdalub. Diharapkan, dalam pekan depan, sudah ada surat keputusan (SK) pengesahan struktur kepengurusan hasil musdalub.

“Kita upayakan agar sebelum KPU melakukan verifikasi faktual pada 3 Oktober, sudah ada ketua definitif yang dikukuhkan melalui SK DPP,” ungkap Melki.

Tentang kapan deklarasi kepengurusan, Melki mengatakan tidak menjadi prioritas utama. Karena untuk kepentingan verifikasi faktual partai oleh KPU, dibutuhkan ketua definitif yang dibuktikan dengan SK DPP. Sehingga yang diprioritaskan adalah SK DPP untuk kukuhkan kepengurusan yang ada.

“Deklarasi diupayakan dilaksanakan sebelum peringatan HUT Golkar pada 20 Oktober,” ungkap Melki.

Dia menambahkan, komitmen Golkar NTT ke depan adalah lebih banyak berkarya bersama rakyat, dengan sedapat mungkin menghindari wacana. Golkar ingin mencontohkan kerja dan karya Presiden Joko Widodo dalam mengabdikan diri pada masyarakat. Karena itulah, kepengurusan Golkar NTT kali ini didominasi generasi muda.

Ketua Dewan Pertimbangan DPD Golkar NTT, Feliks Puluh mengatakan, kepengurusan Golkar hasil musdalub harus didominasi oleh generasi muda. Komposisinya, sekitar 60 persen generasi muda, 30 persen perempuan, dan 10 persen generasi tua. Keberadaan generasi tua masih dibutuhkan sebagai penyeimbang dalam langkah politik Golkar ke depan. Sedangkan generasi muda, diharapkan agar Golkar lebih menunjukkan karya di tengah masyarakat.