Penyebaran HIV & AIDS Selama Tahun 2017 di Kota Kupang Tergolong Tinggi

Bagikan Artikel ini

Laporan Nyongki Mauleti
Kupang, NTTOnlinenow.com – Data perkembangan penyebaran HIV di Kota Kupang sudah masuk kategori mengkhawatirkan. Dalam kurun tiga bulan terakhir sejak, Bulan Juni hingga agustus 2017, sudah ada 60 lebih penderita, dengan perkembangan tiap bulanya lebih dari 20 orang yang ditemukan terinfeksi HIV.

Demikian dikatakan Sekertaris Komisi Penaggulangan AIDS Daerah (KPAD) Kota Kupang, Agus Bebo kepada wartawan usai Pertemuan Koordinasi KPA dan Stakeholder, yang berlangsung di Aula Sasando, Setda Kota Kupang, Rabu (27/9/2017).

Ia mengatakan, secara Kumulatif sudah sebanyak 1129 orang penderita HIV dan AIDS berdasarkan data dari tahun 2000-2017. Namun dari data tersebut, sudah terdapat 70 orang penderita HIV dan AIDS yang telah meninggal dunia.

Bebo mengatakan, makin banyaknya penderita HIV & AIDS yang teridentifikasi, karena berkat kesadaran masayarakat dalam melakukan pemeriksaan darah. Dalam kurun tahun 2017, sudah sebanyak 11 ribu orang lebih, yang dengan sendirinya datang ke klinik-klinik VCT untuk melakukan pemeriksaan darah, dan dari jumlah tersebut yang melakukan pengecekan darah, sebanyak 100 lebih orang yang telah terinfeksi HIV & AIDS.

“Jadi sepanjang tahun 2017 kami cukup banyak menemukan penderita baru. Jumlah ini masuk kategori yang mengkhawatirkan, sehingga masyarakat diminta tidak melakukan hubungan seks bergonta-ganti pasangan, serta hindari narkoba, dan perilaku berbahaya yang beresiko terinfeksi HIV & AIDS,” ujarnya.

Baca juga : Status Brigade Kupang Sehat Menjadi UPTD

Dengan meningkatnya penderita HIV & AIDS seperti ini, lanjut Bebo, dikhawatirkan masih banyak penderita HIV & AIDS yang belum terdeteksi diluar sana, sehingga kesadaran masayarakat untuk melakukan pemeriksaan darah secara rutin bagi mereka yang pola hidupnya beresiko terinfeksi.

“HIV & AIDS bukan monster yang menakutkan. Walau belum ada obat untuk menyembuhkan, namun ada obat yang mampu menekan virusnya hingga angka nol, dan penderita bisa bersosialisasi dan bekerja layaknya orang normal, lagi pula penularannya hanya melalui hubungan seks, pemakaian jarum suntik yang tidak steril, jadi bertukar tempat makanan dan minuman, tidur bersama dan aktifitas umumnya lainnya, tidak beresiko tertular,” kata Bebo.

Pada kesempatan yang Kepala Bidang Penanggulangan Penyakit, Dinas Kesehatan Kota Kupang, Sri Wahyuningsih yang dimintai Komentarnya terkait meningkatnya penderita HIV & AIDS di Kota Kupang, menjelaskan meningkatnya karena kesadaran masyarakat dalam melakukan pemeriksaan darah. Penyebaran HIV & AIDS diibaratkan seperti fenomena gunung es yang nampak kecil di permukaan tapi besar dibagian dalamnya, sehingga masyarakat perlu berinisiatif melakukan pemeriksaan daerah, sehingga penanganan dini bisa dilakukan, sekaligus penyebarannya bisa ditekan.

“Kita butuh kerjasama dengan semua pihak. Kalau hanya mengharapkan dinas dan KPAD maka sulit mendeteksinya. Saya berharap masyarakat sadar dan mau melakukan pemeriksaan darah. Selain itu saya menghimbau masyarakat untuk jauhi perilaku hidup yang beresiko terinfeksi HIV & AIDS. Contohnya seks bebas, pemakaian narkoba menggunakan jarum suntik, dan perilaku lainnya yang beresiko,” Kata Sri.