GMNI Manggarai, Bekali Kader Barunya Dengan Public Speaking

Bagikan Artikel ini

Laporan Marten Don
Ruteng, NTTOnlinenow.com – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Manggarai, melalui Panitia Penerimaan Anggota Baru (PPAB) ke-XVI membekali para kader barunya dengan menyajikan materi public speaking.

Materi itu disampaikan oleh Honoratus Jelalut, S.Pd, salah satu alumni GMNI yang juga sebagai mantan Sekretaris GMNI Manggarai periode 2012-2014 dan salah satu guru aktif mengajar di Sekolah Menagah Atas Negeri (SMAN) III Pongkor, kecamatan Satar Mese. Pengampuh mata pelajaran Bahasa Indonesia.

Materi yang dibawakannya fokus pada materi tentang berpidato. Dikatakannya, secara umum, pidato itu ada metode dan tekniknya. Dan itulah yang harus diperhatikan.

Kata dia, tak semua orang bisa berbicara didepan umum. Karena itu hal yang paling penting dan utama bagi seorang pembicara atau narasumber adalah kesiapan. Misalnya, kesiapan materi, kesiapan mental maupun fisik. Dalam konteks apapun, sebagai narasumber harus benar-benar siap agar menjadi terbiasa.

Materi yang dibawakannya harus sesuai dengan konteksnya. Menggunakan bahasa yang baik, benar dan simpel agar mudah dipahami. Termasuk dalam hal pengungkapannya, intonasinya harus jelas dan tepat sasar.

Dan yang tak kalah pentingnya juga adalah kekomunikatifan, bahwa seorang pembicara harus komunikatif.

Baca Juga : PPAB GMNI Manggarai, “Melahirkan Kader Bangsa yang Berwawasan Nasionalis”

Selain itu penguasaan materi. Agar narasumber itu tidak salah dan berbicara sembarangan diluar konteks maka, dia wajib menguasai materi yang akan disajikan atau dibawakannya. Sehingga tidak menimbulkan gerogi atau kecemasan.

Bagi orang gerakan, seperti GMNI salah satunya, menjadi pembicara atau narasumber tertentu bukanlah sesuatu hal yang menakutkan atau tantangan, akan tetapi sudah menjadi kebiasaan karena sudah dibekali dan terbiasa dengan hal itu.

“Berdasarkan pengalaman pribadi dan melihat dari senior-senior yang ada bahwa kegiatan seperti itu sudah menjadi makanan empuk bagi anak gerakan,” ceritanya.

Mengakhiri pemaparan materinya, Ia menegaskan, jadilah narasumber yang mampu membuat suasana bahagia dan tidak boleh membuat audiens atau forum itu jenuh. Hemat waktu, hemat kata-kata dan harus menggunakan bahasa yang baik dan benar, simple atau sederhana agar mudah dipahami, pungkasnya.

Semantara itu, Ketua GMNI Manggarai, Martinus Abar menambahkan, kegiatan ini sangat penting bagi pendidikan kader baru GMNI untuk mematangkan cara berpikir.

Karena setiap kader wajib bisa menjadi kader yang berkualitas. Baik bagi organisasi maupun pribadi, tutupnya.