BPBD NTT Bagikan 18 Mobil Tanki Sikapi Kekeringan

Bagikan Artikel ini

Laporan Jean Alfredo Neno
Kupang, NTTOnlinenow.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nusa Tenggara Timur (NTT) membagikan 18 mobil tanki air di 18 kabupaten untuk mengatasi masalah kekeringan akibat minimnya curah hujan di sejumlah daerah itu.

Kepala BPBD NTT, Tini Tadeus sampaikan ini kepada wartawan di Kupang, Rabu (27/9/2017).

Tini Tadeus mengatakan, berdasarkan data yang diperoleh, sebanyak 14 dari 22 kabupaten/kota NTT dilanda bencana kekeringan. Akibatnya, ketersediaan air baku berkurang, serta ancaman gagal tanam dan panen. Kabupaten/kota yang dilanda kekeringan itu yakni, Kota Kupang, Kabupaten Kupang, Belu, Malaka, Timor Tengah Utara (TTU), Timor Tengah Selatan (TTS). Flores Timur, Lembata, Sumba Timur, Sumba Tengah, Sumba Barat, Sabu Raijua, Sikka, dan Rote Ndao.

“Kami telah membagikan 18 mobil tanki untuk diberikan kepada 18 kabupaten guna mengatasi masalah kekeringan. Penangananya dengan membagikan air gratis dari pemerintah kabupaten,” kata Tini Tadeus.

Menjawab pertanyaan tentang bantuan lainnya, Tini Tadeus menyampaikan, masih menunggu proposal dari kabupaten/ kota yang dilanda kekeringan untuk diberikan bantuan. “Kami masih tunggu proposal untuk ditindaklanjuti,” ungkapnya.

Baca juga : Buka Turnamen Walikota Cup, Walikota Kupang Minta Peserta Jaga Sportivitas

Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Sabu Raijua, Nikodemus Rihi Heke mengatakan, menyikapi kekeringan yang melanda di daerahnya, pemerintah telah mengeluarkan Surat Keputusan (SK) Bupati Nomor 265/KEP/HK/2017 tentang darurat kekeringan. Upaya yang dilakukan untuk mengatasi kekeringan yakni dengan memberikan bantuan air ke setiap desa dan kelurahan. Pelayanan bantuan air bersih dari desa ke desa.

Kepala Dinas Pertanian NTT, Anis Tay Ruba menyampaikan, pemerintah desa di NTT didorong untuk memanfaatkan sebagian dana desa membangun embung guna memenuhi kebutuhan air baku, untuk air minum bersih, ternak dan pertanian. Karena kendala yang dihadapi hampir semua daerah di NTT adalah minimnya ketersediaan air yang cukup untuk pertanian dan peternakan. Salah satu alternatif yang bisa dilakukan adalah membangun embung berskala kecil dan sedang.

“Ini juga merupakan kebijakan dari Presiden Jokowi, untuk memanfaatkan dana desa membangun embung atau infrastruktur pertanian di desa,” kata Anis.

Dia berpendapat, kondisi kekeringan yang melanda sejumlah kabupaten dinilai masih normal atau wajar dan tidak mengganggu situasi pangan secara keseluruhan. Di lokasi- lokasi yang mengalami kerusakan itu, tetap dilakukan dengan program reguler antara lain, perbaikan irigasi yang rusak. Membantu membangun dan parit atau tempat air yang siap dibuang ke laut ditangkap kembali untk dimanfaatkan, a pemanfaatan pompa air.

“Kita bantu pompa ar, baik yang berasal dari kementerian pertanian maupun APBD Provinsi NTT,” ujar Anis.