Berbagi Kasih di TTU, Putri almarhum Soeharto Memilih Menginap di Rumah Rakyat

Bagikan Artikel ini

Laporan Judith Lorenzo Taolin
Kefamenanu, NTTOnlinenow.com – Siti Hardiyanti Rukmana, Putri mantan Presiden kedua RI, Soeharto sebagai Pembina Yayasan Dharmais yang didirikan Almarhum Bapak HM Soeharto melakukan kunjungan ke Kabupaten Timor Tengah Utara, Provinsi Nusa Tenggara Timur selama dua hari (23-24/09/2017).

Kunjungan Putri mendiang Soeharto ini, dalam rangka melakukan berbagai kegiatan di bidang sosial dan kemanusiaan. Dalam kunjungannya Siti Hardiyanti Rukmana yang akrab di sapa mbak Tutut, diterima ribuan masyarakat secara adat di rumah Jabatan Bupati TTU.

Siti Hardiyanti Rukmana, Pembina Yayasan Dharmais melalui Ketua Umum Purna Pasma Kirab Remaja Nasional, Yoseph Valentinus D. Kebo, S.IP, M.A yang mengikutsetakan purna KRN dari 27 Provinsi ini mengatakan, kegiatan bakti sosial kali ini berpusat di kabupaten TTU sebagai wujud Yayasan dalam membantu pemerintah di bidang sosial dan kemanusiaan.

“Seluruh kegiatan Yayasan Dharmais adalah untuk membantu pemerintah dalam bidang sosial dan kemanusiaan. Kegiatan yang bersifat kemanusiaan ini terus berjalan secara konsisten selama 42 tahun sebagai wujud kepedulian Almarhun Bapak HM Soeharto, baik sebagai pribadi maupun tanggungjawabnya sebagai pemimpin negara kepada rakyatnya, terutama rakyat yang kurang mampu”, jelas Ketum Valen.

Kepada NTTOnlinenow.com, Valentinus Kebo menjelaskan lebih lanjut berbagai kegiatan bakti sosial yang dilaksanakan di kabupaten TTU dengan melibatkan seluruh Purna Pasukan Utama (Pasma) KRN yang berada dibawah naungan Yayasan Dharmais. “Kegiatan Yayasan Dharmais di kabupaten TTU yakni mengadakan bakti sosial diantaranya, memberikan bantuan di bidang pendidikan bagi 3.900 siswa, memberikan bantuan peningkatan kesehatan gizi dan kesehatan bagi penghuni Panti Asuhan, Sekolah Luar Biasa (SLB), Pembagian sembako dan bantuan pengobatan bagi ratusan pasien penderita kusta, Operasi katarak mata kerjasama dengan Perdami (Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia), membantu kaum yang tidak mamu agar kembali dapat melihat dengan jelas, Operasi bibir sumbing dan dan langit – langit kerjasama dengan Perapi (Perhimpunan Dokter Spesialis Bedah Plastik Indonesia), terutama anak – anak agar pulih cara berbicara dan rasa percaya dirinya”, lanjut Valentinus Kebo.

Baca juga : Warga Naitua, Kelurahan Manulai II Keluhkan Air Bersih Dan Layanan Kesehatan

Secara umum, kepada sejumlah awak media Valentinus Kebo mengutarakan, saat ini hampir 48 ribu orang anak yang ditampung pada 1.850 Panti Asuhan di seluruh Indonesia secara rutin menerima bantuan biaya makan dan perawatan kesehatan dari yayasan Dharmais. Dan hal itu terus berjalan secara konsisten selama 42 tahun.

Di samping itu yayasan telah melaksanakan operasi bagi 132.833 penderita katarak dan 6.721 penderita bibir sumbing telah diopareasi dengan cuma – cuma serta melatih 6.462 kader wirausahawan. Kemudian membangun 2. 810 unti rumah Anggota Koprss cacat Veteran/Pejuang 45, melatih 94.769 jiwa atau 26.573 Kepala keluarga Transmigran sebelum dikirim ke daerah – daerah di luar pulau Jawa sebagai tenaga pembangunan di daerah terpencil.

Usai menikmati jamuan makan siang di rujab Bupati TTU, mbak Tutut bersama rombongan didampingi Bupati TTU, Raymunuds Sau Fernandes dan istri Ny. Kristina Muki serta sejumlah pimpinan SKPD melanjutkan perjalanan ke Wini desa perbatasan RI – RDTL guna mengikuti berbagai kegiatan sosial kemanusiaan lainnya.

Mbak Tutut, putri mendiang presiden Soeharto ini dalam kunjungannya ke kabupaten TTU memilih menginap di rumah rakyat yang sudah disiapkan panitia “Rumah Singgah Beratap Daun Lontar”. Selama berada di Kefamenanu dan Wini, desa Humusu C kecamatan Insana Utara, mbak Tutut lebih memilih mengkonsumsi makanan tradisional jagung bose yang disiapkan panitia.