PPAB GMNI Manggarai, “Melahirkan Kader Bangsa yang Berwawasan Nasionalis”

Bagikan Artikel ini

Laporan Marten Don
Ruteng, NTTOnlinenow.com – Dengan mengangkat tema, “Melahirkan Kader Bangsa yang Berwawasan Nasionalis” Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Manggarai, Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Jum’at, 22 September 2017, melaksanakan kegiatan Pekan Peneriman Anggota Baru (PPAB) ke-XVI di Aula Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana Kabupaten Manggarai.

Kegiatan itu dihadiri oleh sejumlah Alumni GMNI, diantaranya, Bonifasius Mardianus, ketua KPAD Manggarai bersama Heribertus Harun salah satu anggota Komisioner Panwaslu Manggarai. Selain itu juga sejumlah perwakilan anggota PMKRI St. Agustinus Ruteng, dengan peserta PPAB berjumlah 36 orang.

Ketua GMNI Manggarai periode 2016-2018, Martinus Abar, dalam sambutannya mengatakan, PPAB Ke-XVI ini adalah untuk membangun kader masa depan bangsa yang berjiwa nasionalis dan Pancasilais.

Peneriman anggota baru GMNI aktif ini, merupakan moment penting bagi organisasi GMNI untuk memiliki kader nasionalis yang berwatak kerakyatan, memegang teguh independensi serta integritas organisasi yang berlandaskan pada semangat gotong-royong untuk merubah tatanan sosial kehidupan masyarakat Indonesia menuju masyarakat yang adil dan makmur ditengah situasi dan kondisi pergolakan dan dinamika bangsa yang selalu dinamis.

Mahasiswa yang sudah bergabung di GMNI ini, diharapkan dapat mengikuti semua proses pembinaan dan didikan yang dilakukan panitia pelaksana PPAB ini dengan sungguh-sungguh, sehingga bisa berjalan dengan baik, dalam rangka terwujudnya kader baru GMNI aktif yang progresif dan revolusioner.

GMNI, lanjut dia, harus peka terhadap situasi sosial yang terjadi dari waktu ke waktu. Sebab begitu banyaknya persoalan sosial yang terjadi di negara kita saat ini. Makin munculnya paham-paham radikalisme, seperti kelompok-kelompok intoleran, mereka berusaha menggatikan ideologi pancasila dengan ideologi agama. Karena itu kita ditempah untuk menghasilkan kader-kader bangsa yang nasionalis dan berjiwa militan.

Baca juga : Satuan Narkoba Polres Manggarai Kerjasama Dengan Dinkes Melakukan Razia Gabungan Keseluruh Apotek

“Dengan kita berhasil menjadi kader GMNI yang militan, tentu kita mampu melihat situasi sosial di masyarakat, terutama mereka yang sedang berupaya merorong-rong keutuhan NKRI yang berdasarkan pada ideologi Pancasila, dengan bertumpuh pada 4 (empat) pilar utama kebangsaan, yaitu Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, UUD 1945, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagai landasan pokok kita bangsa yang besar dan kuat,” tegasnya.

Ketua termandat PMKRI St. Agustinus Ruteng, Heribertus Mandela, menjelaskan peran pemuda dan mahasiswa adalah sebagai agent of change dan social control (agen perubahan dan sosial kontrol) yang memiliki makna, yang artinya mampu mengarahkan kehidupan bangsa dan negara kearah yang lebih baik. Terutama dalam mengontrol persolan sosial yang ada dilingkungannya masing-masing.

Kegiatan tersebut dibuka oleh Heribertus Harun atasnama alumni GMNI. Dalam sambutannya, Ia berharap agar dengan beroganisasi, seperti GMNI ini, mahasiswa bisa membuka diri, membuka ruang diskusi dan belajar dalam menyelesaikan berbagai persoalan di kabupaten Manggarai kedepannya.

Harun, menyebutkan dua OKP yang ada di Manggarai saat ini, seperti GMNI dan PMKRI bisa berpartisipasi aktif dalam melakukan pemantauan terhadap proses penyelenggaraan Pemilu di Pilgub NTT 2018 mendatang. Namun tetap menjaga independensi dan integritas organisasi yang berazaskan Pancasila dan UUD 1945.

Semantara itu, Boni Mardianus menambahkan, bahwa kegiatan PPAB ini sangat penting sebagai bagian dari proses kaderisasi pengurus GMNI di tingkat Cabang. Selain itu juga dalam rangka merapatkan barisan kader-kader baru dalam organisasi untuk melanjutkan perjuangan organisasi kedepan. Yang utama juga adalah mendidik mahasiswa untuk menjadi kader-kader intelektual muda bangsa yang berwawasan kebangsaan, berkarakter tangguh, berjiwa nasionalis dan Pancasilais.