Naas, Hilarius Woso Ditembak Oknum Polisi Usai Lakalantas

Bagikan Artikel ini

Lapporan Marten Don
Ruteng, NTTOnlinenow.com – Sungguh, malang benar nasib yang dialami, Hilarius Woso (49), Warga Asal dusun Wolokolo, Kelurahan Kota Ndora, Kecamatan Borong, Kabupaten Manggarai Timur (Matim). Ia ditembak oleh seorang oknum anggota Polisi berpangkat Briptu, berinisial “AZ” dari Brimob Subden 2 Den B Pelopor Manggarai, Sabtu (23/9/2017), sekitar pukul 02.00 wita dini hari tadi, di Lingko Dia, Kelurahan Ndora, Kecamatan Borong, Matim.

Korban ditembaki pelaku dikaki kirinya. Beruntung nyawahnya tertolong setelah didilarikan ke BLUD RSUD dr.Ben Mboi Ruteng sesaat setelah kejadian naas yang menimpanya itu.

Keterangan yang berhasil dihimpun Media ini menyebutkan, bahwa kejadian itu bermula ketika keduanya (Korban bersama Polisi) itu terlibat kecelakaan lalulintas (Lakalantas), tepatnya di tikungan tajam, Lingko Dia, kecamatan Borong, Matim.

Korban Hilarius Woso dari Aimere menuju Borong mengendari kendaraan Avansa L 9158 RN, sedangkan “Bripka HD” bersama rekannya “Briptu AZ” dari arah Borong menuju Wukir hendak ke perbatasan Matim dengan Ngada mengendarai mobil pickup EB 9296 D.

Namun setibanya mereka di TKP, keduanya terlibat bertabrakan. Atas peristiwa itu, korban turun dan meminta pelaku untuk bertanggungjawab atas kejadian itu. Tetapi rupanya permintaan korban tidak diterima baik oleh pelaku. Kemudian korbanpun mengajak pelaku ke Polisi untuk menyelesaikannya secara baik disana. Namun rupanya ajakan korban terhadap pelaku tak digubrisnya. Justeru ia marah sambil mengatakan, Saya ini polisi, kemudian mengeluarkan senjatanya lalu menembaki korban dibagian kaki kirinya.

“Saya ini polisi. Sambil mengeluarkan senjatanya kemudian menembakinya,” kisah korban mengutip pernyataan pelaku.

Usai melakukan aksinya itu, pelaku langsung melarikan diri, tambahnya.

Kini korban sedang dirawat di IGD RSUD Ruteng, sedangkan proyektilnya masih bersarang dikaki kiri korban. Pihak medis belum mengeluarkannya.

Masyarakat disekitar TKP yang sempat mengetahui kejadian itu, sempat marah dan mengamok. Beruntung pelaku cepat melarikan diri. Bahkan mobil pelakupun nyaris di bakar massa.

“Mereka sempat mengamok dan mobilnya hampir dibakar massa, tetapi saya melarang mereka untuk tidak melakukan hal itu,” cerita Woso.

Sabtu (23/9) sekitar pukul 10.00 wita pagi tadi, Kapolres Manggarai, AKBP Drs.Marselis Sarimin Karong.M.PD, menjenguk korban di IGD RSUD dr. Ben Mboi Ruteng. Kepada Dokter yang sedang bertugas, Ia meminta agar segera melakukan operasi terhadap kaki korban untuk memastikan apakah itu proyektil (peluru) atau tidak (serpihan), sekaligus mengeluarkannya agar racunnya tidak merembat keseluruh saraf atau jaringan tubuh lainnya.

“Dari pengalaman saya, kalau tidak segera dioperasi maka akan terjadi pembengkakan,” ungkapnya.

Marselis juga menyampaikan maaf kepada korban dan keluarganya. Sebab menurutnya situasi saat itu tidak diketahui persis, apalagi kejadiannya malam hari.

Sementara itu, Katarina Yitu, saudari kandung korban, dihadapan Kapolres Marselis mengaku sangat kecewa atas kejadian yang menimpa adiknya itu. Dirinya sesalkan tindakan brutal aparat kepolisian tersebut.

Dalam situasi seperti apapun pada saat itu, kata dia, mestinya tidak langsung menggunakan senjata. Tetapi menggunakan akal sehat, bukan main hakim sendiri.

Usai menjenguk korban, kepada sejumlah awak media, Kapolres Maeselis mengaku pihaknya belum bisa menyimpulkan kejadinnya. Namun menurutnya, kalau polisi sampai mengeluarkan tembakan berarti ada hal yang terjadi.

Ia berjanji kasus ini akan diproses sampai tuntas. “Kalau anggota yang bersalah tentu kita proses sesuai dengan aturan yang berlaku. Di Kepolisian sendiri ada sidang disiplin, kode etik, ada pidana umum. Tapi kalau anggota benar tentu tidak dihukum,” tambahnya.

Penggunaan senjatakan sudah ada aturannya. Kapan dia harus menggunakan senjata, kapan tidak boleh, terangnya.

Di jelaskannya, anggota tersebut sedang bertugas di Pos Wukir, Matim. “Dia datang ke Polres Manggarai ambil motor untuk untuk operasional mereka disana, lalu dalam perjalanan dia ketemu dengan orang-orang yang pulang pesta dari Aimere lalu terjadilah kasus ini,” cerita Marselis.

Tentang anggota sampai mengeluarkan tembakan, dirinya mengaku belum tahu.

“Kita masih butuh keterangan. Bagaimana ceritanya sampai dia mengeluarkan tembakan. Sebab jika Polisi mengeluarkan tembakan berarti ada sesuatu yang terjadi,” jelas Kapolres Marselis kepada wartawan di IGD RSUD Ruteng.