Target Menang, Golkar Dorong Kader Sebagai Cagub NTT

Bagikan Artikel ini

Laporan Jean Alfredo Neno
Kupang, NTTOnlinenow.com – Sebagai partai pemenang Pemilu Legislatif 2014 di Nusa Tenggara Timur (NTT), Partai Golkar yang memiliki 11 (sebelas) kursi di DPRD NTT ngotot mendorong kadernya untuk maju sebagai calon gubernur (cagub) dalam koalisi partai termasuk dengan Partai NasDem yang memiliki delapan kursi. Golkar menargetkan menang di pilgub 2018 mendatang.

Ketua Harian Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar NTT, Mohamad Ansor kepada wartawan di sekretariat partai itu, Rabu (20/9/2017) mengatakan, pada prinsipnya Golkar memiliki keinginan kuat untuk maju sebagai cagub pada pilgub 2018 mendatang.

Ansor yang juga anggota DPRD NTT ini mengatakan, Partai Golkar menggunakan basis survei dalam pengusungan pasangan bakal calon gubernur. Walau demikian, masih banyak variabel lain yang turut menentukan, termasuk berkoalisi dengan partai koalisi lainnya untuk memenuhi syarat minimal pengusungan. Pada prinsipnya, dalam dunia politik sangat fleksibel untuk mencapai kemenangan.

“Kami yakin, Golkar bersama partai mitra koalisi akan menang pada pilgub 2018 mendatang. Apalagi Golkar masih sangat solid,” kata Ansor.

Sekretaris DPD Golkar NTT, Thomas Tiba menyatakan, hingga saat ini partai berlambang beringin ini belum merilis atau posting di media sosial posisi kader Golkar, Melki Laka Lena sebagai bakal calon wakil gubernur. Bahkan setelah melihat hasil survei yang dilakukan lembaga survei, Melki disarankan harus maju sebagai bakal cagub.

Baca juga : NasDem dan Golkar Sudah Final Berkoalisi di Pilgub NTT 2018

“Keputusan final tentang langkah politik Golkar pada pilgub 2018 mendatang, sangat bergantung pada Dewan Pimpinan Pusat (DPP). Apapun yang diputuskan DPP, wajib dilaksanakan seluruh struktur dan kader partai sampai di tingkat paling bawah. Targetnya hanya satu yakni menang,” tandas Thomas Tiba.

Senada disampaikann Ketua Bidang Pemenangan Pemilu DPD Golkar NTT, Anwar Pua Geno menjelaskan, sikap dan keputusan yang diambil partai di tingkat provinsi dan kabupaten/kota terkait pilgub 2018, akan dibawa ke DPP, termasuk nama pasangan calon. Apapun keputusan yang diambil DPP, wajib hukumnya dijalankan partai di tingkat bawah. Karena posisi DPD hanya mengemban dan melaksanakan apa yang diputuskan DPP.

Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPD Golkar NTT, Melki Laka Lena menjelaskan, petunjuk pelaksana (Juklak) 06/2017 terkait pilkada akan menjadi pedoman dalam melakukan seleksi dan penetapan bakal calon yang diusung. Basis yang dipakai Golkar dalam pengusungan bakal calon adalah survei, di samping ada indikator penilaian lainnya.

“Posisi Golkar tetap dorong kader sebagai cagub. Walau demikian, tetap komunikasi dengan Partai NasDem sebagai mitra koalisi,” ujar Melki.

Selain dengan NasDem, Golkar juga telah merencanakan untuk membangun koalisi dengan partai pendukung pemerintah seperti PDI Perjuangan. Koalisi besar yang akan dibangun itu tentunya sejalan dengan koalisi partai yang telah dibangun di tingkat pusat. Targetnya hanya satu yakni menang.

Menjawab pertanyaan soal sikap Golkar dan NasDem yang sama- sama ngotot dorong kadernya sebagai cagub, Melki sampaikan, dalam waktu dekat dua petinggi partai yakni Viktor Laiskodat dari NasDem dan Nurdin Halid dari Golkar akan bertemu dan membahasnya. Tentu dalam pertemuan dimaksud, akan disepakati soal posisi pasangan calon, karena politik utuh negosiasi. Apapun hasilnya, akan disampaikan DPP. Prinsip membangun koalisi adalah menang.