Satuan Narkoba Polres Manggarai Kerjasama Dengan Dinkes Melakukan Razia Gabungan Keseluruh Apotek

Bagikan Artikel ini

Laporan Marten Don
Ruteng, NTTOnlinenow.com – Satuan Narkoba Polres Manggarai, yang dipimpin Kasat Narkoba, Iptu Fidelis Doni bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai melakukan razia gabungan diseluruh apotek di Kabupaten Manggarai, Rabu (20/9) siang.

Razia itu dilakukan, kata Iptu Doni, menyusul berbagai informasi dan kejadian melalui pemberitaan disejumlah media massa, online dan televisi belakangan ini.

Seperti berita yang pernah dilansir, Okezonenews.com, Kamis, 14 September 2017 lalu. Pasalnya, 68 orang remaja di Kendari, Sulawesi Tenggara menjadi korban dari konsumsi pil PCC (Paracetamol, Caffeine, Carisoprodol).

Akhibatnya, 2 orang meninggal dunia, 48 orang lainnya dirawat di Rumah Sakit Jiwa Sultra.

Umumnya korban masih usia pelajar. 4 (empat) orang diantaranya perempuan. Setelah mengkonsumsi Pil yang disebut dengan istilah mumbul tersebut, mereka mengalami gangguan mental, kehilangan akal sehat, dan berusaha melukai diri sendiri, tulis sumber tersebut.

Walau tempat kejadiannya berbeda, namun peristiwanya hampir sama pula yang dialami oleh 2 (dua) orang pemuda di Daleng, Lembor, Kabupaten Manggarai Barat, Flores, NTT belum lama ini yang menimpa dua remaja berinisial V dan G.

Keduanya tak sadarkan diri usai menenggak minuman keras (Miras) oplosan yang diduga telah dicampur dengan obat keras yang dijual bebas dipasaran. Namun pihak terkait belum dapat memastikan jenis obat tersebut.

Baca juga : STKIP Ruteng Fasilitasi Lokarya Pengayaan Wacana Agama dan Keberagaman Bersama ICRS

Untuk mengantisipasi terjadinya hal serupa di kabupaten Manggarai, maka aparat kepolisian bekerjasama dengan Dinkes setempat melakukan razia di seluruh apotek yang ada.

Disaksikan NTTOnlinenow.com, sejumlah aparat gabungan itu mendatangi apotek dan melakukan razia obat-obatan, seperti obat Tramadol, PCC, termasuk obat kadaluwarsa.

Sejumlah apotek yang dikunjungi diantaranya, Apotek Mira Farma di Jl. Jend. Sudirman 12A, Lawir, Apotek Wae Laku 2 di Jl. Bagung No. 04, Apotek Waleria di Jl. Bagung 12A, Apotek Omega, Apotek Christian Farma di Jl. Satar Tacik No. 1, Apotek Motang Rua, Apotek Kurnia Farma.

Dalam razia kali ini, aparat gabungan tak menemukan pelanggaran. Walaupun di sejumlah apotek masih terdapat jenis obat Tramadol 50 mg, namun karena penggunaannya masih sesuai dengan aturan atau berdasarkan resep dokter.

Seperti di Apotek Wae Laku 2 dan Apotek Motang Rua Ruteng, kepada aparat gabungan, petugas apotek menunjukan obat tersebut dan disertai dengan bukti resep dokternya. Selain itu mereka juga mengaku rutin melaporkan keadaan obat itu, termasuk jenis obat lainnya kepada Dinas Kesehatan kabupaten Manggarai.

“Kami setiap bulan melaporkan keadaan obat kepada dinas Kesehatan Manggarai. Tramadol ini obat keras. Penggunaanya harus berdasarkan resep dokter. Tidak sembarangan. Kami layani pembelian kalau itu benar resep dokter,” terang salah satu petugas apotek Wae Laku 2 Ruteng kepada aparat razia.

Untuk diketahui, selain obat jenis PCC yang dilarang atau ditarik dari peredarannya, obat Tramadol 50 mg juga adalah salah satu jenis obat keras yang dilarang dijual bebas dipasaran. Penggunaannya harus berdasarkan resep dokter, kata Iptu Fidelis Doni, Kasat Narkoba Polres Manggarai disela-sela razia itu kepada NTTOnlinenow.com, Rabu, 20 September 2017 siang.