Ini Tanggapan Gubernur NTT Terkait Penutupan SMAN 3 Amabi Oefeto

Bagikan Artikel ini

Laporan Jean Alfredo Neno
Kupang, NTTOnlinenow.com – Gubernur NTT Frans Lebu Raya memberikan tanggapan terhadap pemandangan umum fraksi- fraksi DPRD NTT terkait polemik penutupan SMA Negeri 3 Amabi Oefeto Timur di Kabupaten Kupang yang sebelumnya menjadi sorotan Komisi V dan fraksi- fraksi baik dalam rapat komisi maupun sidang paripurna dewan.

“Seyogyanya pemerintah tidak menutup Calon SMAN 3 Amabi Oefeto Timur, tetapi melakukan penertiban pembukaan unit sekolah baru sesuai dengan Permendikbub Nomor 36 Tahun 2014 ,” kata Gubernur Frans Lebu Raya pada sidang paripurna Tanggapan Gubernur NTT atas Pemandangan Umum Fraksi- Fraksi DPRD NTT terhadap Nota Keuangan Atas Rancangan Perubahan APBD Provinsi NTT TA 2017, yang dibacakan oleh Sekretaris Daerah NTT, Ben Polo Maing, Rabu (20/9/2017).

Menurutnya, saat ini pemerintah belum memberikan izin operasional terhadap calon sekolah dimaksud dan perlu melakukan kajian atau studi kelayakan. Pemerintah mengapresiasi masyarakat Amabi Oefeto Timur dalam upaya untuk membangun pendidikan didaerahnya.

Untuk menyelamatkan siswa- siswi yang sudah mendaftar dan telah diterima pada Calon SMAN 3 Amabi Oefeto Timur, pemerintah dalam hal ini Dinas Pendidikan Provinsi NTT mengeluarkan surat nomor 421/7377/Pend/2017 tanggal 16 Agustus 2017 tentang Permasalahan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di Calon SMAN 3 Amabi Oefeto Timur.

“Inti dari surat dimaksud yakni mengalihkan siswa- siswi tersebut ke SMA yang terdekat  dengan lokasi Calon SMAN 3 Amabi Oefeto Timur tersebut,” katanya.

Baca juga : Warga Belu-Malaka Kelahiran 22 September Akan Diberikan SIM Gratis

Pemerintah, kata dia, sependapat dan mendukung saran DPRD NTT untuk menindaklanjuti setiap upaya dan usulan masyarakat dalam mendirikan sekolah dengan berpedoman sesuai ketentuan perundang- undangan yang berlaku.

Dia menambahkan, berkaitan dengan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), menjadi evaluasi bagi pemerintah untuk melakukan pembenahan pada tahun mendatang . Selanjutnya, berkaitan dengan manajemen dan kompetensi SDM menjadi perhatian pemerintah untuk dievaluasi.

Sebelumnya, pernah diberitakan NTTOnline, sebanyak 127 siswa SMA Negeri 3 Amabi Oefeto, di Kecamatan Amabi Oefeto Timur, Kabupaten Kupang terancam putus sekolah, akibat keputusan Dinas Pendidikan Provinsi NTT yang menutup sekolah tersebut. Sekolah tersebut dibangun secara swadaya oleh masyarakat setempat karena kebutuhan serta prakarsa masyarakat di daerah itu.

Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD NTT, Winston Rondo mengatakan, semestinya pemerintah lebih bijaksana dalam mengambil keputusan, karena membuka sekolah, memberikan pendidikan yang layak bagi anak bangsa bukan merupakan suatu kejahatan atau tindakan kriminal. Tetapi justeru merupakan hak asasi manusia.

“Kami justeru harus berterima kasih kepada masyarakat yang sangat mulia hatinya dan dengan tulus ikhlas membangun sekolah, karena peduli dengan anak- anak kita yang harus menempuh jarak puluhan kilometer untuk bersekolah, dan juga anak- anak yang putus sekolah ditengah jalan,” katanya.