Reses DPRD, Warga Minta Pemkot Rubah Juknis Dana PEM

Bagikan Artikel ini

Laporan Nyongki Mauleti
Kupang, NTTOnlinenow.com – Warga Kelurahan Kelapa Lima meminta pemerintah Kota Kupang merubah Petunjuk Teknis (Juknis) untuk mendapatkan Dana Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat (PEM). Permintaan itu disampaikan warga Kelapa Lima karena Juknis dari Dana PEM hanya membolehkan warga yang mempunyai usaha saja yang boleh mendapatkan dana tersebut.

“Kami minta pemerintah segera merubah juknis tersebut. Para anggota Anggota DPRD Kupang juga harus mendesak pemerintah untuk merevisi juknis tersebut, agar warga yang mau membuka usaha kecil-kecilan bisa mendapatkan dana tersebut,” Kata ketua RT20/RW09, Kelurahan Kelapa Lima, Corbelis Laga dalam kegiatan Reses Anggota DPRD Kota Kupang Mauridz Kalelena, Sabtu (16/9/2017).

Cornelis mengatakan, selama ini warga di wilayahnya selalu menanyakan kepada dirinya, agar bisa mendapatkan dana tersebut, tapi dirinya menyatakan bahwa tidak semua warga bisa mendapatkan dana tersebut, kalau tidak mempunyai usaha. Namun sesuai pengamatannya banyak warga yang mendapatkan dana tersebut tidak mampu mengembangkan usahanya.

Selain itu, pemeberian dana PEM juga terkesan tebang pilih, ada warga yang usahanya tidak lagi membutuhkan dana PEM, malah mendapatkan dana tersebut, sedangkan warga yang usahanya kecil dan ingin mengembangkan usaha malah tidak mendapatkan dana tersebut.

Laga mengaku, sebagaian besar warga berdiami di wilayahnya, ingin membuka usaha tapi terkendala modal. Mereka selalu ingin memanfaatkan dana PEM untuk membuka usaha, tapi sayangnya juknis untuk mendapatkan dana tersebut tidak membolehkan warga yang tidak mempunyai usaha, sehingga dirinya mengusulkan agar di pemerintahan yang baru saat ini, juknis tersebut bisa dirubah lebih fleksibel, sehingga memungkin semua warga yang ingi berusaha bisa mendapatkan dan tersebut.

Baca juga : Pangdam XIII/Merdeka Hadiri Baksos TNI-POLRI di Tapal Batas Silawan-Timor Leste

Menanggapi pengaduan warga tersebut, anggota DPRD Mauridz Kalelena mengaku, bahwa usulan warga tersebut bagus adanya. Menurutnya selama ini dirinya kurang menyetejui juknis yang mengatur penerima dana PEM harus mereka yang mempunyai usaha.

Ia mengatakan, alangkah baiknya jika dana tersebut diberika kepada masyarakat kecil yang ingin berusaha, sehingga bisa meningkatkan taraf hidup mereka.

“Kalau menurut kacamata saya, pemberian dana tersebut dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir tidak efisien. Pemerintah mengaku bahwa dana tersebut sudah digulirkan mencai 50 miliar lebih, tapi kita tidak melihat dampak yang dari usaha masyarakat. Kalau kita hanya berpatokan pada gilirannya saja, saya pikir itu bukan pemikiran yang bijak,” Katanya.

Ia mengaku, atas usulan warga ini, dirinya berjanji akan menyampaikan langsung kepada pemerintah Kota Kupang agar Juknis untuk penerima bisa dirubah, sehingga semua warga yang ingin berusaha bisa mendapatkan dan tersebut.