Mayjen Ganip Tanam Simbolis Maek Bako Bersama Bupati Lay di Tapal Batas Belu-Timor Leste

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Disela-sela mengunjungi pasukannya Yonif Raider 712/Wiratama yang melaksanakan tugas operasi di Kabupaten Belu, Timor Barat perbatasan Indonesia-Timor Leste, Pangdam XIII/Merdeka, Mayjen TNI Ganip Warsito ikut menghadiri penanaman simbolis Maek Bako oleh Bupati Belu, Willybrodus Lay di hutan jati, Motabuik, Kelurahan Fatukbot, Jumat (15/9/2017).

Kunjungan Pangdam Merdeka yang bermarkas di Manado, Sulawesi Utara ini seolah pulang ke kampung halamannya karena 12 tahun silam dirinya pernah menjabat sebagai Dandim 1605/Belu sekaligus bertemu dengan sahabat karibnya Willy Lay yang kala itu seorang pengusaha.

Pertemuan kedua sahabat karib itu tidak saja bernostalgia, tapi dimanfaatkan dengan mendukung salah satu program kerja Pemkab Belu yakni budidaya Maek Bako yang ditanam di kawasan hutan jati tirta wilayah Koramil 1605-01/Atambua Selatan.

Bupati Willy Lay usai kegiatan kepada media mengatakan, penanaman simbolis maek bako ini merupakan salah satu program Pemkab Belu guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat di tapal batas Belu.

Lokasi penamanan maek bako ini juga jelas dia secara kebetulan berdekatan dengan perumahan restlemen di Asu’ulun yang pada 12 tahun lalu dibangun oleh Mayjen Ganip yang bertepatan melakukan kunjungan sekalian diagendakan.

Baca juga : Pangdam Merdeka Minta Prajurit Satgas Yonif Raider 712/WT Jaga Kehormatan Satuan

“Diharapkan tanaman ini bisa memberi tambahan nilai ekonomis bagi warga sekitar. Lahan yang akan ditanami maek bako ada sekitar 40 hektar. Kawasan hutan jati ini luas keseluruhan sekitar 290 hektare yang akan kita tanami semua secara bertahap,” urai dia.

Penanaman simbolis maek bako program Bupati Belu mendapat apresiasi dari Pangdam XIII/Merdeka, Mayjen Ganip Warsito.
Dia mengaku mengetahui betul Bupati yang merupakan sahabat dulunya adalah orang yang sangat peduli pada masyarakat kecil.

“Program ini sangat bermanfaat bagi masyarakat dan apresiasi buat Bupati. Ini luar biasa, Bupati ingin mengadopsi keberhasilan warga Jawa Timur yang telah berhasil dengan menanam porang ini,” ucap Ganip.

Kaitan dengan warga baru di resetlemen Asu’ulun, jelas dia pembangunan perumahan itu saat dirinya menjabat Dandim Belu. Dia mengaku hanya berusaha membangun tempat tinggal dan tanah tanpa adanya lahan untuk berkebun dan diharapkan melalui budidaya maek bako ini dapat membantu warga di Asu’ulun.

“Diharapkan, budidaya ini bisa membantu warga Asuulun juga warga Belu lainnya. Kita sangat mendukung program Pemkab. Prinsip kita itu, yang terbaik bagi rakyat, itulah yang terbaik bagi TNI,” akhir Ganip.