Survei Indo Barometer, Frans Sarong Unggul dengan 57,5 Persen

Bagikan Artikel ini

Laporan Jean Alfredo Neno
Kupang, NTTOnlinenow.com – Survei yang dilakukan Indo Barometer selama dua pekan di Manggarai Timur (Matim), 27 Agustus hingga 2 September, menempatkan bakal calon (Balon) Bupati, Frans Sarong meraih elektabilitas tertinggi mengungguli balon lainnya dengan 57,5 persen.

Peneliti Lembaga Survei Indo Barometer, Pratomo sampaikan ini kepada wartawan di Kupang, Senin (11/9/2017).

Pratomo menjelaskan, elektabilitas Frans Sarong itu diperoleh dari survei yang dilakukan dalam kurun waktu dua bulan terakhir. Melalui pertanyaan terbuka, elektabilitas mantan wartawan Kompas itu menyentuh 57,5 persen.

Lembaga survei yang berbasis di Jakarta itu melibatkan 400 responden dengan margin of error sekitar 4,9 persen. Sementara penarikan sampel menggunakan metode multistage random dengan teknik pengumpulan datanya melalui wawancara tatap muka responden yang dipandu kuisioner.

“Ini survei perdana yang kami (Indo Barometer) lakukan. Hasilnya, Frans Sarong tertinggi elektabilitasnya dari paket lainnya dengan 57,5 persen,” kata Pratomo.

Lebih lanjut dia mengungkapkan, survei juga menyebut tingkat pengenalan masyarakat terhadap Frans Sarong di Matim mencapai 75,7 persen. Dari sisi ini, Frans Sarong kalah bersaing dengan Agas Andreas yang tingkat pengenalannya mencapai 97 persen. Namun tingkat kesukaan terhadap Frans Sarong justru melonjak menyentuh angka 98 persen.

Baca juga : Paket SarNas Siapkan Empat Langkah Strategis Bangun Manggarai Timur

Balon Bupati Matim, Frans Sarong terpisah mengaku baru mengetahuinya dari sebatas kabar lepas. “Saya masih menunggu laporan hasilnya dari Indo Barometer,” ujarnya.

Dia berargumen, jika memang demikian hasilnya, itu adalah hasil kerja keras tim SarNas (akronim paket Frans Sarong – Nahas Yohanes) bersama para pendukungnya menerobos medan berat melakukan sosialisasi selama kurang lebih dua tahun ini. Pihaknya akan terus bekerja dengan datang ke tengah masyarakat untuk menjaring aspirasi sebagai bahan perjuangan ke depan.

“Masih ada banyak soal yang butuh energi cukup untuk menuntaskannya. Dan untuk itu kami siap melaksanakannya,” tegas Frans Sarong.

Perbaikan infrastruktur, ungkap mantan Kepala Biro Kompas wilayah Bali, NTB dan NTT periode 2003 – 2013 itu, menjadi yang utama selain kebutuhan dasar masyarakat lainnya seperti pendidikan, kesehatan, air bersih dan listrik. “Semua itu sudah dirancang dalam visi, misi dan program kerja pasangan SarnNas,” ujarnya.

Untuk diketahui, Matim merupakan salah satu dari 10 kabupaten yang akan menyelenggarakan pilkada serentak pada 2018 bersamaan dengan pilgub. Sembilan kabupaten itu yakni, Nagekeo, Ende, Sikka, Alor, Rote Ndao, Sumba Tengah, Sumba Barat Daya, Kupang, dan Timor Tengah Selatan.