RRI Sebagai Sabuk Informasi, Terus Melayani Warga di Tapal Batas

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Tujuh tahun berkpirah di perbatasan Kabupaten Belu Lembaga Penyiaran Publik (LPP) RRI Atambua berkomitmen terus melayani dan menyajikan berbagai informasi bagi warga di tapal batas Negara Indonesia dan Timor Leste.

Hal itu disampaikan Ketua LPP RRI Atambua, Muhammad Fauzan dalam acara penyulutan obor Try Prasetia memperingati Hari Radio ke-72 di Kantor LPP RRI Atambua, Senin (11/9/2017).

“RRI Atambua sudah berusia 7 tahun sejak 2010 di Kabupaten Belu. Kita radio milik bangsa, berkewajiban mambangun bangsa dan siap mensosialisasikan seluruh program baik Pemerintah maupun masyarakat, sifatnya membangun daerah dan terbuka untuk masyarakat,” ujar dia.

Kemajuan RRI Atambua 7 tahun ini tidak terlepas dari dukungan Pemerintah daerah serta seluruh stakeholder di wilayah Belu juga wilayah jangkauan siaran RRI di wilayah Malaka, TTU dan Alor. Oleh karena itu diminta seluruh stakeholder terus mendukung RRI dalam pemberitaan guna membantu masyarakat di tapal batas, dan hari ini Bupati Belu Wily Lay menerima penghargaan yang diserahkan langsung oleh Direktur Utama LPP RRI Pusat di Jakarta.

“Sebagai daerah perbatasan kita diwajibkan sebagai sabuk informasi. Tahun ini RRI Atambua akan dapat tiga pemancar yang berkekuatan 5 kilo watt besar untuk perkuat di tiga wilayah Malaka, TTU dan Alor di membentengi di perbatasan RI-Timor Leste. Kita akan usul pemancar yang berkekuatan besar lagi untuk pengamanan sabuk informasi,” papar Fauzan.

Tokoh masyarakat pemerhati RRI Atambua, Marsel Mau Meta mengatakan, sejak RRI hadir di Belu tahun 2010 lalu penyiaran jangkauannya sangat terbatas. Namun Pemerintah tetap berikan komitmen dan dukungan maka dicarikan jalan keluar sehingga membangun fasilitas penyiaran.

“Sebentar lagi akan milik seutuhnya RRI dan proses hibahnya sementara diurus di badan aset Pemkab Belu,” sebut dia.

Lanjut Meta, RRI salah satu lembaga penyiaran yang dipilih dan memberikan perhatian penuh pada RRI Atambua, karena informasi yang bermutu dan praktis bagi masyarakat khususnya yang berada di daerah pelosok. “Cukup beli radio harga murah dengan tiga baterai yang bisa dibawa kemana-mana kita sudah bisa mendengar siaran RRI Atambua,” jelas dia.

Baca juga : Tingkatkan Nasionalisme Pelajar Melalui Upacara Bendera

Informasi publik saat ini sangat penting untuk masyarakat yang berdomisili di garis batas langsung dengan Timor Leste. Diharapkan juga secepatnya RRI Atambua bisa memiliki satu mobil siaran luar, sehingga bisa menjangkau ke pelosok-pelosok. Dan diusia yang ke-72 ini RRI bisa jadi soft diplomasi di tapal batas demi pembangunan di Rai Belu.

Sementara itu Wakil Bupati Belu, J.T Ose Luan menyampaikan diusia yang ke 72 tahun RRI bukanlah satu perjalanan yang kecil, apalagi bersatu dalam keberagaman dengan banyak jenis suku, budaya dan ini menjadi luar biasa bagi Indonesia yang disatukan dalam satu proklamasi.

RRI sudah mengumandangkan kemerdekaan bangsa Indonesia dan saat itu RRI punya peran besar disitu. RRI sekali diudarakan tetap di udara, dan syukur dia mengudara dari Atambua Kabupaten perbatasan pinggiran dan tidak pernah terpikir akan hadir di Belu dan ini sangat luar biasa.

“Pemkab tetap memberikan spirit, dukungan dan mengumandangkan kebhinekaan satu dari tapal batas Belu untuk Indonesia dan tidak ada bhineka di dunia lain selain Indonesia,” tegas dia.

Ose menyampaikan terimakasih untuk penghargaan kepada Pemkab Belu di usia ke-72 dan ini kiprah yang luar biasa dan juga semua prestasi unggul bukan sekedar berprestasi. Penghargaan ini atas kerja keras LPP RRI Atambua dalam menyebarkan atau menyiarkan informasi yang baik dari tapal batas Belu.

Dikatakan, sebagai bangsa Indonesia bangsa yang besar kita harus berbangga. Kita hanya punya satu ideologi Pancasila, kita punya TNI dan polri yang kuat, kita punya agama-agama yang merangkul kerukunan bukan mengajarkan perpecahan. Mereka mewartakan tentang kerukunan bahwa ada isu- isu yang memecah bangsa Indonesia dan itu tantangan kita.

“Dan RRI harus mengikrarkan itu terus menerus sehingga empat konsesus kita tetap utuh. RRI tetap menyala di udara dan tidak ada yang memadamkan, karena RRI menyaringkan informasi yang baik. Kita bangga dengan Indonesia dan jadi pendengar radio, RRI sekali diudarakan tetap di udara,” pungkas Ose.

Usai sambutan, pukul 12.00 wita Kepala RRI Atambua bersama para pejabat melakukan penyulutan obor Trypastia RRI secara serentak. Turut hadir pada acara itu, Pimpinan Forkopimda Belu, Dansatgas RI-RDTL Sektor Timur Yonif Raider 712/WT, Pimpinan BUMN, Kepala BNNK Belu, Kadis Pariwisata, tokoh agama dan masyarakat.