Ada 247.657 Warga Kota Kupang belum Menjadi Peserta BPJS

Bagikan Artikel ini

Lapporan Nyongki Mauleti
Kupang, NTTOnlinenow.com – Kepala BPJS Cabang Kupang, Subkhan mengaku, dari total jumlah penduduk Kota Kupang sebanyak 530.785 jiwa, baru sebanyak 283,129 jiwa yang menjadi peserta BPJS.

“Kalau dipresentasikan, baru 53,66 persen yang menjadi peserta BPJS. Sedangkan 247,657 belum menjadi peserta BPJS,” Kata Subkhan kepada wartawan, di Kupang belum lama ini.

Subkhan mengatakan, jumlah penduduk Kota Kupang yang mendapat jaminan BPJS terdiri dari, warga yang mendapat jaminan BPJS dari APBN, APBD dan Jaminan Mandiri, atau mereka yang membayar preminya sendiri. untuk peserta BPJS yang membayar iurannya sendiri, jumlahnya sebanyak, 93653.

Sementara peserta BPJS yang ditanggung APBD jumlahnya, 1115, pekerja penerima upah 115786, pekerja bukan penerima upah 55939, serta peserta BPJS bukan pekerja jumlahnya 13175, sehingga totalnya berjumlah 283128.

Ia mengaku, pemerintah pusat telah menyiapkan dana subsidi untuk memasukan warga yang belum terakomodir menjadi peserta BPJS dapat diakomodir menjadi peserta BPJS.

Baca juga : Honor Mantan Panwaslu Kota Kupang Siap Dibayarkan

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kota Kupang, dr. Ary Wijana mengakui bahwa masih terdapat 247,657 warga Kota Kupang yang tidak menjadi peserta BPJS. Namun dari jumlah itu, sebagian besarnya sudah terakomodir sebagai peserta Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) yang dibiayai oleh APBD Kota Kupang, sehingga sisa warga Kota Kupang yang tidak termasuk dalam Jaminan kesehatan sebanyak 38 ribu jiwa. Namun dari jumlah tersebut, belum bisa dipastikan seluruhnya berasal dari keluarga tidak mampu.

“Bisa saja yang buka peserta Jaminan kesehatan merupakan orang kaya yang tidak mau masuk sebagai peserta Jamkesda, atau BPJS,” Katanya.

Akan tetapi, kata Ary, dari jumlah penduduk yang tidak menjadi peserta Jaminan kesehatan, mereka bisa mendapat pelayanan kesehatan secara gratis, asalkan mereka memiliki KTP Kota Kupang.

“Pemerintah Kota Kupang telah meluncurkan program pengobatan gratis menggunakan KTP. Jika 38 ribu penduduk yang tidak menjadi peserta salah satu jaminan kesehatan, mereka bisa mendapatkan pelayanan kesehatan secara gratis, asalkan mereka memiliki KTP,” kata Ary.