Gubernur NTT Dorong Kabupaten Kembangkan Pariwisata Unggulan

Bagikan Artikel ini

Laporan Jean Alfredo Neno
Kupang, NTTOnlinenow.com – Pemerintah Nusa Tenggara Timur (NTT) menjadikan pariwisata sebagai salah satu tekad yang mendapat prioritas dalam pelaksanaan pembangunan. Karena itu pemerintah terus melakukan promosi agar para wisatawan bisa berkunjung ke NTT dan memberi dampak positif bagi masyarakat.

Gubernur NTT, Frans Lebu Raya sampaikan ini kepada wartawan di Kupang, Jumat (8/9/2017).

Lebu Raya mengatakan, untuk membangun dunia kepariwisataan, dibutuhkan aspek keramahan, keteraturan, dan ketertiban. Karena itu, masyarakat harus ramah terhadap setiap tamu atau wisatawan yang berkunjung ke daerah ini. Masyarakat pun harus mampu menangkap peluang agar bisa mendapatkan manfaat dari kunjungan wisatawan. Dalam konteks ini, masyarakat harus mampu menghasilkan berbagai produk halal seperti kerajinan atau kuliner untuk dijual kepada wisatawan.

“Prinsipnya, masyarakat harus kreatif untuk menyiapkan pelbagai macam aspek yang dibutuhkan atau dijual kepada para wisatawan,” kata Lebu Raya.

Orang nomor satu NTT ini menyampaikan, untuk menyukseskan program pariwisata, pemerintah selama ini menggelar berbagai event. Seperti parade kuda sandalwod dan festival tenun ikat di Sumba yang digelar beberapa waktu lalu. Tour de Flores (TdF) yang sudah digelar dua tahun berturut- turut, dan Tour de Timor (TdT) yang digelar di daratan Timor. Tentunya, semua event yang digelar tersebut, untuk memperkenalkan NTT lebih luas sehingga para wisatawan bisa berkunjung ke NTT.

Baca Juga : PKB Dorong Marianus Sae Maju Pilgub NTT

Menyinggung pertanyaan soal promosi pariwisata dalam bentuk kawasan, Lebu Raya menyatakan, dibutuhkan dukungan bersama dari kabupaten/kota. Pemerintah Provinsi telah menggelar event seperti TdF, TdT, parade kuda sandalwod dan festival tenun ikat di Sumba, Hari Ulang Tahun Bung Karno di Ende. Walau demikian, dukungan pemerintah kabupaten sangat dibutuhkan untuk membangun pariwisata di daerahnya masin- masing.

“Kita dorong setiap kabupaten untuk membentuk destinasi unggulan dan menyelenggarakan event yang menarik wisatawan berkunjung ke daerahnya. Tentunya masyarakat juga harus dipersiapkan agar memberi manfaat bagi mereka,” ungkap Lebu Raya.

Leih lanjut dikatakan, untuk membangun pariwisata, harus ada destinasi unggulan dan pendukung. Diyakini, setiap kabupaten pasti punya destinasi unggulan. Sedangkan Taman Nasional Komodo (TNK) dengan binatang purba Komodo yang telah mendunia, menjadi pemicu untuk mengembangkan pariwisata di daerah atau kabupaten lain. Dari Komodo, pariwisata terus merambah ke daerah lain dan akhirnya semua kabupaten/kota di NTT menjadi terkanal karena aspek pariwisatanya.

“Provinsi tidak mungkin membangun pariwisata di seluruh kawasan sekaligus. Kita minta dukungan para bupati untuk menyiapkan destinasi unggulan dengan menggelar berbagai event kepariwisataan. Promosi membutuhkan waktu dan energi. Tidak mungkin promosi dilakukan hanya sekali dan wisatawan langsung datang ke NTT,” tandas Lebu Raya.