Agustus 2017, NTT Alami Deflasi 0,52 Persen

Bagikan Artikel ini

Laporan Jean Alfredo Neno
Kupang, NTTOnlinenow.com – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, pada bulan Agustus 2017, Nusa Tenggara Timur (NTT) mengalami deflasi sebesar 0,52 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 128,32.

Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Nusa Tenggara Timur, Maritje Pattiwaellapia sampaikan ini kepada wartawan di Kupang, Senin (4/9/2017).

Maritje menjelaskan, dari dua kota IHK di Nusa Tenggara Timur, Kota Kupang mengalami deflasi sebesar 0,61 persen dengan IHK 129,12 sedangkan Kota Maumere mengalami inflasi sebesar 0,12 persen dengan IHK 123,09 persen.

“Deflasi Agustus 2017 di NTT terjadi karena adanya penurunan indeks harga pada tiga dari tujuh kelompok pengeluaran,” jelasnya.

Baca juga : BPS: Pertumbuhan Ekonomi NTT Sama Dengan Nasional

Dia menyebutkan, kelompok pengeluaran Transpor, komunikasi dan jasa keuangan mengalami deflasi tertinggi sebesar 1,98 persen yang diikuti kelompok bahan makanan sebesar 1,26 persen.

“Kelompok pendidikan mengalami inflasi tertinggi sebesar 1,07 persen,” sebut Maritje.

Maritje menyampaikan, dari 82 kota sampel IHK Nasional, terdapat 35 kota yang mengalami inflasi dan sisanya, 47 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Lhokseumawe sebesar 1,09 persen dan terendah terjadi di Kota Batam dengan inflasi sebesar 0,01 persen.

“Sedangkan deflasi terbesar terjadi pada kota Ambon yang sebesar 2,08 persen dan deflasi terkecil terjadi di Kota Samarinda yang sebesar 0,03 persen,” tandasnya.