MGMP Bahasa Inggris Kota Kupang Dikukuhkan Kadis Pendidikan

Bagikan Artikel ini

Laporan Nyongki Mauleti
Kupang, NTTOnlinenow.com – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, mengukuhkan Pengurus Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Inggris, Tingakat SMP. MTS Kota Kupang untuk masa jabatan 2017 – 2021. Pengukuhan itu berlangsung di Hotel Pelangi, Kupang, Senin (27/8). Yang dihadiri pengurus MGMP, yang diketuai oleh, Aplonia Dethan, SPd,MPd.

Pengukuhan MGMP, Guru Bahasa Inggris, merupakan pengukuhan kali kelima, setelah sebelumnya, dikukuhkan MGMP untuk mata Pelajaran IPS, Matematika, Bahasa Indonesia, dan PKN.

Kepala Dinas Pendidikan Filmon Lulupoi dalam sambutannya, usai pengukuhan MGMP, Guru Bahasa Inggris di Kota Kupang mengatakan, tujuan dibentuknya MGMP adalah memperluas wawasan dan pengetahuan guru dalam berbagai hal, khususnya penguasaan substansi materi pembelajaran, penyusunan silabus, penyusunan bahan-bahan pembelajaran, strategi pembelajaran, metode pembelajaran, memaksimalkan pemakaian sarana/prasarana belajar, memanfaatkan sumber belajar.

“Selain itu, tujuan MGMP untuk Meningkatkan mutu proses pendidikan dan pembelajaran yang tercermin dari peningkatan hasil belajar peserta didik. Meningkatkan kompetensi guru melalui kegiatan-kegiatan di tingkat KKG/MGMP,”jelasnya.

Baca juga : Anton Natun Ajak Balon Bupati Kupang Berkompetisi Secara Sehat

Dikatakan, mencerdaskan bangsa merupakan tugas guru sehingga yang dibutuhkan adalah komitmen dan kualitas para Guru. Untuk itu keberadaan MGMP dapat dijadikan kesempatan kepada anggota kelompok kerja atau musyawarah kerja untuk berbagi pengalaman serta saling memberikan bantuan dan kerja untuk berbagi pengalaman serta saling memberikan bantuan dan umpan balik, Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan, serta mengadopsi pendekatan pembaharuan dalam pembelajaran yang lebih profesional bagi peserta didik, dan membantu anggota.

Sementara itu Ketua MGMP Bahasa Inggris Kota Kupang, Aplonia Dethan dalam sambutannya mengatakan, untuk metode pembelajaran, pasca dibentuknya MGMP bahasa Inggris, para guru lebih menggunakan hati dalam metode pembelajaran.

“Kami sudah sepakat dan mengusung pola Sweet. Sweet merupakan kependekan dari smart, Wise, Educational, dan excelent trainer. Dengan pola itu sangat diharapkan proses belajar mengajar berjalan dengan baik,” katanya.

Dethan mengaku, dengan dibentuknya MGMP, maka untuk ulangan tengah semester, akan menjadi pekerjaan MGMP. “Jadi akan ada keseragaman dalam pembedahan SKL pembuatan perangkat pembelajaran, analisis, pembuatan soal ujian, dan terakhir analisis hasil belajar. Jadi kami akan bekerja sungguh-sungguh untuk pendidikan di Kota Kupang, terutama yang menjadi bidang kami,” Kata Dethan.