Perusahaan Energi Pertama di Indonesia Timur Dibangun di Kupang

Bagikan Artikel ini

Laporan Jean Alfredo Neno
Kupang, NTTOnlinenow.com – PT Binusindo Energi Indonesia, merupakan perusahaan pertama di Nusa Tenggara Timur (NTT), bahkan di kawasan Indonesia bagian Timur, yang bergerak di bidang energi. Perusahaan ini akan dibangun di Kawasan Industri Bolok, Kupang, NTT.

“Perusahaan ini akan dibangun di atas lahan dengan luas areal mencapai 20 hektare lebih,” demikian dikatakan Presiden Direktur PT. Binusindo Energi Indonesia, Fabianus Bessi Banase saat menggelar konferensi pers di Kupang, Minggu (27/8/2017).

Menurut Fabianus, pembangunan industri di bidang energi ini, sejalan dengan kebutuhan akan energi secara nasional yang terus meningkat dari tahun ke tahun dan mendukung program- program pemerintah, diantaranya tol laut, harga dan ketahanan energi nasional, serta semangat NTT turut serta berpartisipasi secara aktif membangun Indonesia.

“Selain itu juga untuk meningkatkan perekonomian, serta mengantisipasi pertumbuhan industri pariwisata, apalagi NTT saat ini menjadi destinasi baru dengan ditetapkannya Komodo sebagai salah satu dari tujuh keajaiban dunia baru,” ungkapnya.

Dia mengatakan, atas kebutuhan dan partisipasi ingin membangun bangsa inilah, PT. Binusindo Energi Indonesia dengan proyek Kupang Oil Storage Terminal (KOST) berencana membangun Kawasan Industri Bolok dengan bisnis utama adalah Tank Storage Bussines, diikuti dengan pembangunan IPP Power Plant, Pabrik N2 dan O2 Gas, penyediaan air bersih sebagai utilisasi kawasan industri.

Baca juga : DPRD Usulkan Pemkot Kupang Bentuk Bank Daerah

Direktur Bisnis Unit PT. Binusindo Energy Indonesia, Setya Budi Utomo mengatakan, perusahaan tersebut juga merencanakan pengolahan pan pendistribusian gas alam atau gas bumi melalui teknologi CNG (Compressed Natural Gas) dan LNG (Liquid Natural Gas) dapat dipergunakan sebagai bahan bakar alternatif pengganti bahan bakar mintak (BBM) untuk industri kecil menengah dan industri besar yang dapat dikonversikan dari BBM ke bahan bakar gas (BBG) alam melalui teknologi kompresi dan regasifikasi LNG.

Selain itu, sambung dia, Energi Terbarukan yaitu pengelolaan limbah untuk menampung limbah B3 (bahan berbahaya dan beracun) di seluruh NTT, limbah B3 ini baik dari darat maupun laut, melalui kapal- kapal, untuk dimanfaatkan kembali yang masih bisa diolah menjadi Base Oil dan Solar (Mini Refinery).

“Sejauh ini PT. Binusindo Energi telah bekerja sama dengan beberapa pihak yang mempunyai visi dan misi yang sama, serta berkomitnen membangun NTT. Sementara Pemerintah Provinsi NTT sendiri sangat mendukung dengan pembangunan Kupang Oil Storage Terminal, terbukti dengan diberikan izin penggunaan lahan serta memberikan izin- izin terkait, yang mengacu pada Undang- Undang yang ada,” katanya.

Dia menyampaikan, terkait tenaga kerja yang dibutuhkan nantinya diutamakan dari putra daerah, dan program alih teknologi, sehingga kedepan benar- benar putra daerah yang mengoperasikan tanki terminal serta utilisasi yang tersedia. Penyerapan tenaga kerja mencapai kurang lebih 300 sampi 2000 orang.

“Pasarnya sendiri sebagian besar di kawasan Indonesia bagian timur, serta memungkinkan melebar ke negara tetangga Timor Leste dan juga Australia. Untuk target penyelesaian pembangunan kurang lebih 24 bulan, dengan kapasitas terminal atau produksinya nanti mencapai 500.000 kiloliter (KL) hingga 1.200.000 KL,” tandasnya.