Konser Jamrud dan Cokelat Pukau Ribuan Warga di Tapal Batas Belu-Timor Leste

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnline.com – Penampilan Band musik Jamrud dan Cokelat dalam festival Crossborder 2017 memukau ribuan penonton yang memadati lapangan umum kota Atambua, Kabupaten Belu, Timor Barat perbatasan RI-Timor, Minggu malam (27/8/2017).

Konser dua grup musik legendaris ternama yang disponsori Kementerian Pariwisata Republik Indonesia dalam program Wonderful Indonesia Crossborder, selain menghibur warga Kota Atambua juga warga dari Kabupaten tetangga dan warga Negara Timor Leste yang ikut menonton.

Penampilan tebe sanggar tari Wehor pukul 20.00 wita mengawali pembukaan festival Crossborder tersebut. Dilanjutkan dengan penampilan band lokal Alfa dan Universal dengan masing-masing Band menyanyikan empat lagu.

Sementara itu grup musik Cokelat membawakan 10 lagu diantaranya gebyar dan merah putih yang dinyanyikan oleh vokalis Jacklina Rossy. Dilanjutkan dengan grup musik Jamrud yang mengisi panggung dengan 13 lagu diantaranya lagu selamat ulang tahun dan surti tejo dinyanyikan vokalis Krisyanto.

Penampilan band musik legendaris Jamrud sekaligus mengakhiri rangkaian konser Wonderful Indonesia festival Crossborder 2017 Kementerian Pariwisata pada pukul 00.00 wita. Konser tersebut juga mendapat pengawalan ketat dari aparat keamanan kepolisian dan TNI.

Sebelumnya Asisten Deputi Analisis Data Pemasamaran Pariwisata Nusantara, Kementerian Pariwisata Indonesia, Sutarjo menyampaikan terimakasih atas dukungan semua sehingga even malam ini bisa terselenggara menghibur warga perbatasan Belu.

Baca juga : PT Binusindo Energi Indonesia Akan Kelola Limbah Jadi Solar

“Ada juga penonton dari Timor Leste. Event ini merupakan perwujudan dari Nawacita program pemerintah membangun Indonesia dari pinggir Indonesia. Mudahan- mudahan ini menjadi sinyal kemajuan di perbatasan Belu,” ujar dia.

Selain itu event ini juga untuk meningkatkan ekonomi, kemajuan lapangan kerja, mengurangi kemiskinan, melestarikam alam, menghidupkan budaya, ciptakan rasa bangga Indonesia dan mempererat persaudaraan antara bangsa di tapal batas.

“Semoga event ini memberikan citra yang positif bagi warga perbatasan Belu,” harap Sutarjo.

Bupati Belu Willybrodus Lay saat membuka acara festival itu mengatakan, event ini merupakan rangkaian dari program Nawacita Presiden Jokowi. Hastek Atambua menjadi kota festival dan ini patut kita syukuri.

“Malam ini hiburan untuk kita semua dan saya sampaikan pada tanggal 28 Oktober nanti akan dibuat festival Fulan Fehan dengan libatkan 5000 penari dan itu juga akan didukung Kementerian Pariwisata,” ucap Lay.

Adapun hadir dalam festival itu pejabat mewakili Kemenper, Agen Konsulat RDTL Atambua, Dandim 1605/Belu, Kapolres Belu, Wadansatgas Yonif R 712/WT, Dansub POM, Danki Brimob Atambua, Pimpinan OPD Belu serta tamu undangan lainnya.