Walikota Kupang Tegaskan Kepada Pimpinan OPD Tidak Korupsi

Bagikan Artikel ini

Laporan Nyongki Mauleti
Kupang, NTTOnlinenow.com – Dihari pertama menjalankan tugasnya sebagai Kepala daerah, Walikota Kupang Jefri Riwu Kore menggelar rapat Perdana dengan Para Pimpinan Organisasi perangkat Daerah (OPD), dalam rapat itu dengan tegas walikota Meminta agar menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, disiplin, Jujur dan tidak Korupsi.

“Yang paling pertama adalah jangan korupsi. Tadi saya tekankan kepada setiap pimpinan OPD, dalam menjalankan tugas harus dengan jujur, penuh tanggung jawab dan Disiplin,” Ujar Jeriko usai menggelar Rapat Perdana dengan Pimpimpinan OPD di Balai Kota, Rabu, (23/8/2017).

Jefry mengatakan, dihari pertama kerja, dirinya langsung melakukan Kunjungan tanpa pemberitahuan (Sidak) pada Lingkup Setda Kota Kupang.

Dalam sidak tersebut, Kata Jefry, Masih ada beberapa hal yang perlu diperbaiki. Semisal ruangan Kantor yang semerawut, serta masih ada kursi-kursi yang sudah reyot.

“Tadi saya jalan-jalan ke ruangan, saya melihat ruangan masih kotor dan kursi-kursi kayu yang suda reyot, untuk itu, saya pastikan, kedepannnya, ruangan harus tetap bersih dan semua kursi-kursi diganti,” ucap Jefry.

Baca juga : Samin Taka Polisikan Ketua DPRD Kota Kupang

Sementara Wakil Walikota Kupang, Hermanus Man mengatakan, selain motivasi dan etika Birokrasi untuk para pimpinan OPD, juga membahas pembenahan-pembenahan dalam tubuh birokrasi, dan pemberdayaan para Pegawai Tidak Tetap (PTT) dalam seratus hari kerja.

“Terakhir adalah meminta para lurah dan camat unutuk menjaga kebersihan Kota dan Kantor. Hal yang perlu diganti, Kursi reyot, ac lama, mobil-mobil eselon dua harus standar, ras atau avansa. Jadi mobil-mobil lama diganti semua,” ujar Herman.

Hal penting lainnnya, Kata Herman, adalah perihal Kedisiplinan. Para Pegawai diminta datang tepat waktu, atau bahkan sudah di Kantor lima belas menit sebelum jam delapan.

“Tadi ada komitmen bersama, semuanya harus disiplin, datang kantor tepat waktu, atau bahaka lima belas menit sebelum jam delapan,” ujar Herman.

Herman mengingatkan, apabila komitmen tersebut dilanggar, atau para pegawai yang masih terlambat, maka pintu kantor akan ditutup, atau dengan kata lain Ia akan tetap berada di luar ruangan kantor.