Wabup Ose Minta ASN Bangun SDM Tingkatkan Kinerja

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Wakil Bupati Belu, J.T Ose Luan membuka workshop penyusunan Standar Operasional Prosedur Administrasi Pemerintahan (SOP AP) Kabupaten Belu, Timor Barat perbatasan RI-Timor Leste di aula Hotel Nusantara 2, Rabu (23/8/2017).

Dalam sambutan Wabup Ose menyampaikan, tujuan kebijakan reformasi birokrasi di Indonesia untuk membangun profil dan aparatur negara yang memiliki integritas, produktivitas dan bertanggungjawab serta memiliki kemampuan memberikan pelayanan yang prima melalui perubahan pola pikir dan budaya kerja dalam sistem manajemen Pemerintahan.

“Reformasi birokrasi mencakupi delapan area perubahan utama pada instansi Pemerintah di daerah meliputi, organisasi, tatalaksana, peraturan perundang-undangan, sumber daya manusia aparatur, pengawasan, akuntabilitas, pelayanan publik, pola pikir dan budaya kerja aparatur,” jelas dia.

Pada hakekatnya perubahan ketatalaksanaan diarahkan untuk melakukan penataan tatalaksana instansi Pemerintah yang efektif dan efisien. Salah satu upaya penataan tatalaksana diwujudkan dalam bentuk penyusunan dan implementasi SOP AP dalam pelaksanaan tugas dan fungsi aparatur Pemerintah.

Kegiatan dan penyusunan implementasi SOP AP memerlukan partisipasi penuh dari seluruh unsur OPD yang ada didalam instansi Pemerintah Daerah. Tuntutan partisipasi penuh dari seluruh institusi ini dilandasi dengan alasan bahwa ASN yang paling tahu kondisi yang ada di tempat kerjanya masing-masing dan yang akan langsung terkena dampak dari perubahan tersebut.

“Kita selama ini menurut penilaian masyarakat sangat negatif, bekerja tidak efeisien, tidak efektif, sikap dan perilaku tidak sesuai dengan moral, tidak disiplin masuk kantor, kulaitas pelayanan publik rendah, sangat akrab dengan KKN serta penilaian lainnya. Sehingga menuntut perlu adanya perubahan-perubahan dalam birokrasi terutama yang berhubungan langsung dengan pelayanan kepada masyarakat. Kehadiran Pemerintah dalam semua strata adalah untuk melayani masyarakat,” ujar dia.

Baca juga : SMAK Suria Atambua Dibekali Wawasan Kebangsaan

Dikatakan, perubahan budaya organisasi berlaku dari tingkat tertinggi hingga satuan terkecil dalam organisasi. Keberhasilan dalam mengembangkan dan menumbuhkembangkan budaya organisasi sangat ditentukan oleh perilaku pimpinan organisasi.

“Dengan demikian pencapaian tujuan fundamental dari workshop SIAP Administrasi Pemerintahan adalah untuk membangun sumber daya manusia usia seutuhnya agar setiap orang sadar bahwa mereka dalam suatu hubungan sikap, peran dan komunikasi yang saling bergantung satu sama lain untuk mengembangkan sikap dan perilaku kerja yang berorientasi pada hasil produktivitas kerja dan kinerja yang tinggi,” harap Ose.

Laporan panitia Kasubag Tata Laksana Pemerintahan Setda Belu, Yosep Manuel Bau Wili menyampaikan, maksud dilaksanakan kegiatan workshop sebagai bahan acuan atau panduan bagi penyelenggara Pemerintahan dalam penyusunan standar operasional prosedur administrasi pemerintah.

Tujuannya untuk memberikan panduan bagi seluruh instansi pemerintah dalam mengidentivikasi, menyusun, mendokumendasikan, mengembangkan, memonitor serta mengevaluasi SOP AP sesuai dengan tugas pokok dan fungsi organisasi perangkat daerah.

“Sasaran terciptanya perubahan pola pikir dana budaya kerja aparatur negara menjadi budaya yang mengembangkan revolusi mental, sikap dan perilaku kerja yang berorientasi pada hasil yang diperoleh dari produktivitas kerja dan kinerja yang tinggi untuk memberikan pelayanan prima pada masyarakat,” terang Wili.

Kegiatan workshop penyusunan SOP AP yang diikuti 50 peserta ASN dan pimpinan OPD Belu berlangsung hingga besok Jumat (24/8). Materi workshop dibawakan Kepala Sub Tata Laksana Pemerintahan Biro Organisasi Setda Propinsi NTT, David Mandala dan Kabag Organisasi Setda Belu, Daniel Kapitan.