Samin Taka Polisikan Ketua DPRD Kota Kupang

Bagikan Artikel ini

Laporan Nyongki Mauleti
Kupang, NTTOnlinenow.com – Diduga mmelakukan Penipuan dengan melanggar perjanjian kerjasama, dibidang usaha Properti, Ketua DPRD Kota Kupang, Yeskial Loudoe dilaporkan ke Pihak Kepolisian (Polda) NTT. Ketua DPRD Kota Kupang, di laporkan ke Pihak Kepolisian pada Senin (21/8/2017) oleh Samin Hendrik Taka, warga Rt 01, Rw, 02, Kelurahan Nunleu karena dinilai melanggar perjanjian yang telah disepakati bersama pada bulan November tahun 2014 lalu.

Kepada Wartawan di kediamannya, Samin Hendrik Taka mengatakan, sebenarnya tidak ada niat dirinya untuk melaporkan Ketua DPRD kepihak Kepolisian, namun yang bersangkutan telah melanggar perjanjian kerjasama dalam bidang property di Perumahan Manulai II.

Menurutnya, awalnya dirinya dan Ketua DPRD bertemu pada bulan November tahun 2014. Dalam pertemuan itu ketua DPRD mengajak dirinya untuk bekerjasama dalam bidang property, ketua DPRD meminta dirinya sebagai developer untuk membangun empat rumah dengan tipe 75 diatas lahan milik Ketua DPRD, dengan perjanjian bahwa ada pembagian sebesar 60 persen untuk dirinya selaku developer dan Yeskial Loudoe sebagai pemilik lahan mendapat jatah sebesar 40 persen. Kemudian pada awal Desember tahun yang sama.

Baca juga : WNA Buron Polda NTT Kasus Penyelundupan Manusia Ditangkap

Pembangunan mulai dilakukan dan rampung setahun kemudian, dalam pembangunan tersebut, secara keseluruhan, dirinya sudah mengeluarkan biaya sebanyak Rp.650 juta sesuai nota pembelanjaan yang dikumpulkan. Namun setelah rumah tersebut rampung dibangun, ketua DPRD kemudian mengembalikan seluruh pengeluaran terkait pembangunan tersebut, namun setelah modalnya dikembalikan, tidak ada kabar berita lagi dari yang bersangkutan.

“Saya coba hubungi via SMS, telepon tidak pernah dibalas atau diangkat. Bahkan ada upaya untuk bertemu langsung, tapi dalam pertemuan itu tidak pernah lagi dibahas soal kerjasama tersebut. Terakhir saya coba hubungi lagi Tapi tidak diangkat sehingga saya memutuskan untuk melapor kepihak kepolisian,” Ujarnya.

Ia mengaku sebenarnya tidak ada niat dirinya untuk mepolisikan Ketua DPRD tersebut, tapi karena dirinya merasa dipermainkan, maka dirinya memutuskan untuk melapor.

Sementara itu, Ketua DPRD yang coba dihubungi terpisah, enggan berkomentar perihal dirinya dilaporkan ke pihak Kepolisian. “Saya tidak mau berkomentar saat ini,” kata Yeskial.