Setelah Sembilan Bulan Menghilang, Kerangka Kristina Ditemukan di Tengah Hutan

Bagikan Artikel ini

Laporan Marten Don
Ruteng, NTTOnlinenow.com – Lagi-lagi, warga temukan kerangka manusia di dalam hutan. Kali ini warga Tenda, kelurahan Poco Mal, kecamatan Langke Rembong, kabupaten Manggarai, Flores, NTT, Sabtu (19/8) siang digegerkan dengan temuan kerangka manusia di hutan Mongko Lait, kawasan hutan lindung.

Kerangka tersebut belakangan diketahui milik Kristina Lalut berusia kurang lebih 60-an tahun. Warga asal Karot, kelurahan Karot Tadong, kecamatan Langke Rembong yang telah menghilang selama 9 bulan sejak 18 Desember 2016 lalu.

Pertama kali ditemukan oleh Benediktus Rijuma (35) dan Silfanus Purba Jantur (30) dua warga asal Tenda pada, Jum’at (18/8) siang saat mereka tengah mencari kayu bakar disekitar Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Saat ditemukan, kerangka tersebut mengenakan kain tenun ikat Manggarai, bermotif khas kain Todo, baju kemeja berwana putih, mengenakan Rosario berwarna biru dan celana pendek.

Usai menemukan, kedua warga itu langsung kembali dan memberitahukannya kepada warga kampung Tenda lainnya dan Bhabinkamtibmas setempat bersama Camat Langke Rembong. Karena pertimbangan cuaca (hujan lebat saat itu) dan TKP yang terbilang jauh, sulit dan terjal karena ditengah hutan, maka pihak aparat bersama warga memutuskan untuk melakukan evakuasi pada, Sabtu (19/8) pagi.

“Saya dapat informasi penemuan kerangka ini kemarin, tetapi karena pertimbangan cuaca, maka tadi baru kita kelokasi untuk evakuasi. TKPnya di tengah hutan. Perjalanan sampai kesana 2 jam lebih. Jauh, terjal dan sulit. Sungguh melelahkan. Perlu ekstra berhati-hati. Yang ke TKP itu, Saya (Camat Langke Rembong), Bhabinkamtibmas (TNI 1612 Manggarai, Anggota Polres Manggarai), BPBD, PMI, Satpol PP, pihak medis bersama puluhan warga Tenda,” jelas Camat Langke Rembong, Petrus C. Masangkat kepada Wartawan diruang jenazah BLUD RSUD dr. Ben Mboi Ruteng, Sabtu (19/8) siang itu.

Saat tiba di TKP, lanjut Camat Petrus, pihaknya langsung mengevakuasi kerangka korban dengan memasukannya kedalam kantong jenazah yang telah disiapkan Badan Penanggulangan Benacana Daerah (BPBD) Kabupaten Manggarai kemudian dilarikan ke BLUD RSUD dr. Ben Mboi Ruteng untuk divisum.

Baca juga : Atlet Karate Inkai Manggarai Siap Berlaga di Kejurda

Akan tetapi rencana visum dibatalkan karena keluarga korban menolaknya. Mereka menerima kematian korban sebagai musibah. Pihak keluarga akhirnya menandatangani surat pernyataan menolak untuk divisum. Oleh Pemkab Manggarai melalui Camat Langke Rembong, BPBD, aparat TNI Kodim 1612 Manggarai dan Polres Manggarai melalui Bhabinkamtibmas kelurahan Tenda menyerahkannya kepada keluarganya di Karot untuk disemayamkan dan dikebumikan. Dan peti jenazah ditanggung oleh Pemkab Manggarai.

Teresia Pau, putri kedua almarhumah, kepada Media ini di ruang jenazah menceritakan bahwa korban meninggalkan rumah sejak 18 Desember 2016 lalu sekitar pukul 12.00 wita. Hingga kini ditemukan dalam keadaan meninggal dunia ditengah hutan dengan kondisi tinggal tulang belulang atau tengkorak.

Sejak meninggalkan rumah, keluarga mencarinya kemana-mana, bahkan sampai diumumkan di radio lokal setempat selama beberapa bulan, tetapi tak membuahkan hasil.

“Kita sudah berusaha mencarinya kemana-mana, di keluarga, dijalanan umum bahkan diumumkan di radio RSPD Ruteng, tetapi tak berhasil pula,” tuturnya.

Isteri dari Almarhum Antonius Jaman yang telah meninggal dunia beberapa tahun silam itu, diceritakan pula bahwa sebelumnya, korban memang dikenal mengalami gangguan jiwa (stres) sejak suami dan anak sepupuhnya meninggal dunia secara tiba-tiba tanpa sakit.

“Dia mulai stres itu sejak suaminya meninggal dunia. Tetapi mulai parahnya ketika anak sepupuhnya, Agus Touk (alm) mantan Staf Inspektorat Manggarai meninggal dunia tanpa sakit usai menggelar acara adat keluarga di Waso saat itu,” cerita salah satu keluarganya kepada Wartawan di RSUD Ruteng.

Korban meninggalkan 6 orang anak, namun semuanya sudah berkeluarga.