Polda NTT Musnahkan Ribuan Botol Miras dan Narkoba

Bagikan Artikel ini

Laporan Jean Alfredo Neno
Kupang, NTTOnlinenow.com – Aparat Kepolisian Daerah (Polda) Nusa Tenggara Timur (NTT) bersama forum komunikasi pimpinan daerah dan tokoh masyarakat memusnahkan ribuan botol minuman keras berbagai merek dan narkoba di halaman Mapolda setempat, Selasa (15/8/2017).

Kepala Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur, Irjen Pol. Agung Sabar Santoso mengatakan, pemusnahan barang bukti tindak kejahatan itu bertujuan untuk menunjukkan kepada masyarakat akan keseriusan Polda NTT dalam memerangi tindak kriminalitas di daerah itu.

“Pemusnahan barang bukti ini untuk memberikan gambaran kepada masyarakat tentang akuntabilitas dan transparansi pelaksanaan penegakan hukum terhadap barang bukti narkoba dan minuman keras,” ujar Agung.

Menurut Agung, seluruh minuman keras yang dimusnahkan merupakan hasil sitaan aparat kepolisian dari berbagai tempat di daerah itu. Minuman keras itu disita dari tempat- tempat usaha yang tidak memiliki izin resmi.

Ada pun barang bukti yang dimusnahkan yakni narkoba jenis shabu-shabu seberat 7 gram, ganja 27 gram, obat somadril 1.430 butir, ramadol 539 butir, methadon cair 480 ml, kemudian untuk jenis minuman beralkohol jenis moke atau sopi 2.049 liter, minuman golongan A sebanyak 6.132 botol, golongan B sebanyak 1.680 botol.

Baca juga : Polres Belu Musnahkan 1.585 Miras Tanpa Label dan Izin Edar

“Barang bukti yang disita atau pun yang dimusnahkan hari ini yaitu hasil sitaan selama tahun 2017 dan sisa hasil sitaan di tahun 2016. Yaitu hasil operasi pekat maupun hasil operasi kegiatan yang ditingkatkan yaitu menyangkut masalah minuman keras dan barang bukti narkoba hasil penegakkan hukum,” katanya.

Agung berpendapat, narkoba masih banyak beredar dan belum terjaring oleh aparat. Karena itu, dia meminta anggotanya bekerja keras dan melakukan kerja sama dengan BNNP maupun dengan pihak pengamanan perbatasan (Pamtas), menjaga wilayah NTT dari masuknya peredaran narkoba.

“Karena sudah ada pengalaman narkotika masuk ke Indonesia melalui perbatasan. Jangan sampai nanti dianggap wilayah kita adalah wilayah yang aman dari pantauan, bisa saja masuk ke NTT melalui wilayah perbatasan,” tandasnya.

Dia nenambahkan, peredadan narkoba juga bisa dimanfaatkan untuk kepentingan- kepentingan politik tertentu dalam rangka persaingan global.

“Jadi nanti kita kerja sama dengan BNNP maupun TNI Pamtas agar kita keroyok wilayah perbatasan supaya tidak ada satu gram pun narkoba masuk ke wilayah kita baik dari laut, darat maupun udara,” pungkasnya.