213 Warga Binaan Pemasyarakatan Dapat Remisi di HUT RI-72

Bagikan Artikel ini

Laporan Mohammad Habibudin
Waingapu, NTTOnlinenow.com – Sebanyak 213 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lembaga Pemasyarakatan (LP) Klas IIA Waingapu, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) mendapat remisi khusus (RK) pada Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia (RI) ke-72, Rabu (16/8/2017) yang dilaksanakan di halaman Kantor Lembaga Pemasyarakatan Sumba Timur.

Pemberian remisi ke 213 WBP juga dihadiri oleh Bupati Sumba Timur, Ketua DPRD Sumba Timur, Kepala Lembaga Pemasyarakatan Sumba timur, Ketua Pengadilan Negeri, Kejaksaan Negeri Waingapu serta pimpinan Daerah.

Dari 213 WBP yang mendapat remisi, enam orang langsung dinyatakan bebas dari hukuman pada tanggal 17 Agustus 2017 sementara 207 orang napi masing-masing mendapat remisi 01 Bulan dan 06 Bulan.

Bupati Sumba Timur, Drs.Gidion Mbilijora, M.Si, setelah menyerahkan surat keputusan (SK) bagi WBP yang mendapatkan remisi mengatakan, pemberian remisi adalah keputusan menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia RI sebagaimana dimaksud dalam keputusan Presiden RI No. 174 tahun 1999 perlu diberikan remisi.

Baca juga : Pemerintah Harus Serius Tangani Masalah Pendidikan di NTT

“Ini upaya untuk mewujudkan cita-cita kemerdekaan, tentunya merupakan tanggung jawab kita bersama dari segenap elemen masyarakat untuk bekerja sama dan bekerja tanpa terkecuali termasuk para Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang saat ini sedang menjalani pidana di LP dan Rutan,”kata Gidion.

Sementara Kepala Lembaga Pemasyarakatan Klas II Waingapu, Gerardus Masangin menuturkan, pemberian remisi kepada sejumlah narapidana sekaligus akan menampilkan hasil pembinaan yang dilaksanakan oleh jajaran melalui atraksi seni sehingga pemberian tema ini adalah melalui remisi kita berintegrasi dengan seni.

“Artinya kita maknai dengan pembinaan seni kepada WBP merupakan upaya melembutkan jiwa, melembutkan rasa sehingga perasaan mengarah kepada perbuatan kriminal dapat dieliminir,”tandasnya.

Lanjut Gerardus, remisi ini diharapkan menjadi perhatian bagi WBP agar selalu berintegrasi, berkelakuan baik selama menjalani pidana dan tidak melakukan pelangaran-pelanggaran yang tidak diinginkan agar kita kembali ke masyarakat dengan baik,”harapnya