OMS Desa Gulung Berunjukrasa, Bupati Manggarai bersama Mantan Kadis Pertanian Dituding Mengalihkan Proyek

Bagikan Artikel ini

Laporan Marten Don
Ruteng, NTTOnlinenow.com – Ratusan masyarakat dari desa Gulung, kecamatan Satar Mese Utara, Kabupaten Manggarai, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang tergabung dalam Organisasi Masyarakat Setempat (OMS) Desa Gulung, Selasa, 15 Agustus 2017 siang melakukan aksi unjukrasa di depan kantor Bupati Manggarai dan kantor DPRD Manggarai untuk meminta pertanggungjawaban Bupati Manggarai, Dr. Deno Kamelus, SH, MH dan Mantan Kepala Dinas (Kadis) Pertanian Manggarai, Ir. Vinsen Marung atas dugaan pengalihan proyek dari desa Gulung ke tempat lain.

Aksi unjukrasa tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Desa Gulung, Darius Brau. Ketua OMS Desa Gulung, Vinsen Runding dengan Koordinator Aksi, Adrianus Antur.

Dalam orasinya, Brau menyebutkan bahwa proyek tersebut (irigasi dan jalan poros desa Gulung) berawal dari proposal kepala desa Gulung, Darius Brau, kepada Kementerian Pembangunan Desa Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT) tahun 2012 silam, ketika Drs. Christian Rotok dan Dr. Deno Kamelus,SH, MH masih menjabat sebagai Bupati dan Wakil Bupati Manggarai kala itu.

Proposal tersebut telah mendapat rekomendasi dari Bupati Manggarai bersama dinas Pekerjaan umum (PU) kabupaten Manggarai saat itu, lanjutnya.

Oleh pihak Kementerian PDTT telah menindaklanjuti proposal itu dengan melakukan survei lokasi. Survei pertama, 26 April 2016, oleh H. Lukman, salah satu staf di Kementerian PDTT. Lokasi yang disurvei, yaitu Wae Wakat dan jalan poros desa Gulung

Survei kedua, 19 Mei 2016 oleh pihak Kementerian PDTT pula yang teridiri dari 3 orang staf Kementerian, yaitu Idar, Yusuf dan Beatrix.

Namun diluar dugaan mereka (kepala desa Gulung bersama OMS dan Masyarakat setempat) ternyata tim survey yang semula direncananya ke desa Gulung tiba-tiba beralih ke Wae Wunut, desa Rado, kecamatan Cibal atas rekomendasi Bupati Manggarai, Deno Kamelus bersama Kepala Dinas Pertanian, Vinsen Marung.

Baca juga : Misteri Pesan Bunda Maria Dibalik Polemik Keuskupan Ruteng Kini Terungkap

Dua minggu kemudian setelah itu, Idar, salah satu staf dari Kementerian meminta Kades Gulung untuk mengurus dokumen guna memenuhi syarat program yang diusulkan dalam proposal itu, seperti SK penetapan lokasi usulan irigasi Wae Wakat, SK Team Pengendali dari dinas PU, SK OMS, dan SK harga satuan daerah terbaru tahun 2016 oleh Bupati Manggarai.

Semua persyaratan itu telah terpenuhi oleh Kades Gulung, bahkan telah mengantarnya langsung ke Kementerian PDTT pada 26 Juli 2016. Di Kementerian dokumen itu diterima oleh Betrix.

Kurun waktu setahun berjalan, Kades Gulung bersama OMSnya berinisiatif mendatangi Kementerian PDTT di Jakarta untuk menanyakan kejelasan proposal yang telah mereka ajukan itu.

Namun sayangnya, setibanya mereka di Kementerian, mereka langsung disodorkan dengan berita acara penyelesaian pekerjaan proyek pada tahun 2016 dengan lokasi yang tidak jelas karena tidak disebutkan secara spesifik, tetapi hanya mencantumkan Manggarai sebagai lokasi proyeknya.

Berangkat dari fakta tersebut, sebagai masyarakat desa Gulung yang tergabung dalam OMS, menilai bahwa Bupati Manggarai, Deno Kamelus dan Mantan Kadis Pertanian, Vinsen Marung bersama tim survei kedua dari Kementerian PDTT, telah melakukan kecurangan besar secara sadar dan sistematis bersama-sama mengalihkan proyek dari desa Gulung ke tempat lain.

Oleh karena itu pengunjukrasa menuntut, Pertama, meminta pertanggungjawaban Bupati Manggarai dan mantan Kadis Pertanian, Vinsen Marung atas pegalihan proyek tersebut ke tempat lain. Kedua, mendesak penegak hakum untuk segera memproses Bupati dan mantan kadis Pertanian Manggarai itu dan tim survei kedua dari Kementrian PDTT. Ketiga, kembalikan proyek tersebut ke desa Gulung. Keempat, mendesak DPRD kabupaten Manggarai untuk menggunakan hak angketnya guna membahas polemik tersebut.