Pemkot Kembali Gelar Lomba Foti Untuk Meriahkan Hari Kemerdekaan RI

Laporan Nyongki Mauleti
Kupang, NTTOnlinenow.com – Memeriahkan Hari ulang tahun (HUT) Republik Indonesia (RI) Ke-72, Pemerintah Kota (Pemkot)Kupang kembali menggelar kegiatan lomba Foti. Lomba ini akan diikuti masing-masing instansi di lingkup Pemkot Kupang maupun kelurahan. Kegiatan tersebut telah berlangsung di Lantai satu, Balai Kota Kupang, sejak Kamis, (10/8/2017) dan dibuka oleh Pelaksana Harian Walikota, Bernadus Benu.

Kepada Wartawan, di Balai Kota Kupang, Jumat (11/8),Asisten I, Setda Kota Kupang, Yos Rera Beka selaku Ketua Panitia Rangkaian Kegiatan HUT RI mengatakan, bahwa Lomba tarian Foti ini dilaksankan setiap tahun dalam menyongsong hari kemerdekaan RI.

“Kenapa ini tidak dilakukan pada saat HUT Kota Kupang, karena kita ingin memberkan porsi yang tinggi kepada Republik Indonesia,” Ujarnya.

Ia mengatakan, kegiatan ini sekaligus memmberikan pengertian, bahwa budaya Foti adalah salah satu budaya yang dimiliki provinsi NTT. Sehingga, Kota Kupang sebagai Barometer NTT, penting untuk menggelar kegiatan ini. Juga sebagai bentuk upaya Pemerintah dan masyarakat untuk fokus mengembangkan budaya tarian tersebut. Sehingga juga menjadi pembelajaran bagi generasi yang akan datang agar tidak melupakan budaya ini.

Ia mengakui, tarian foti tersebut nantinya akan dipentaskan ditingkat nasional maupun internasional. Ini adalah bagian dari upaya pemerintah memperkenalkan tarian ini di mata dunia.

Oleh karena itu, Ia berharap, melalui perlombaan yang digelar tersebut, bisa dapat melahirkan penari-penari baru berbakat.

Baca juga : Sambut HUT RI, Sekretariat DPRD NTT Gelar Donor Darah

“Saya harap, kali ini, ada penari yang bisa mengalahkan juara bertahan. Sehingga ada persaingan. Jangan yang juara yang itu-itu saja. Minimal ada persaingan, sehingga ada momen yang besar pada skala nasional maupun internasional, kita bisa membawakan tarian ini,” ujarnya.

Menurutnya, kehadiran para penari tofi tersebut juga sekaligus bagaimana memberikan penegasan bahwa warga kota begitu antusias dalam merawat aset budayanya.

“Untuk itu, saya mengatakan, bahwa menjadi juara bukanlah hal terpenting dari perlombaan ini, namun jauh dari itu, kebersamaan kita dalam merawat aset budaya adalah jauh lebih penting dari segalanya,”katanya.

Share Button

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*