Pemerintah NTT Segera Luncurkan Program Pendidikan Inovasi

Bagikan Artikel ini

Laporan Jean Alfredo Neno
Kupang, NTTOnlinenow.com – Pemerintah NTT dalam waktu dekat akan meluncurkan program inovasi untuk anak sekolah di Indonesia (Innovation for Indonesia School Children). Peluncuran tahap pertama berlangsung di empat kabupaten di pulau Sumba, yakni Sumba Timur, Sumba Tengah, Sumba Barat dan Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD).

Terkait peluncuran program pendidikan inovasi ini telah dilaksanakan rapat persiapan yang berlangsung di Aula Biro Kerja Sama Setda NTT, Kamis (10/8/2017). Rapat persiapan itu dihadiri Wakil Bupati Sumba Timur (Umbu Lili Pekuwali), Wakil Bupati Sumba Tengah (Umbu Dondu), dan Wakil Bupati Sumba Barat Daya (Ndaru T. Kaha) setda para kepala Bappeda, dan Kepala Dinas Pendidikan sedaratan Sumba.

Kepala Bagian Kerja Sama pada Biro Kerja Sama Setda NTT, Dominikus Ancis mengatakan, pertemuan persiapan ini bertujuan untuk mendapatkan masukan, terkait dengan perkembangan bidang pendidikan di masing-masing kabupaten sedaratan Sumba. Selain itu untuk menyatukan pendapat dan kesepahaman bersama yang selanjutnya akan dituangkan dalam MoU sebagai suatu bentuk kebijakan bagi perbaikan mutu pendidikan di wilayah Sumba.

“Penyusunan MoU akan merujuk pada delapan standar pendidikan sesuai UU 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dengan mengidentifikasi berbagai permasalahan pendidikan dasar, baik di ruang kelas maupun di luar kelas pada tiap- tiap sekolah,” kata Ancis.

Dia menjelaskan, peluncuran program pendidikan inovasi bagi anak sekolah di Indonesia bertujuan untuk meningkatkan mutu pendidikan dasar secara khusus dan terfokus pada peningkatan mutu hasil pembelajaran anak di Sumba Timur, Sumba Tengah, Sumba Barat dan SBD. Draft nota kesepahaman tersebut akan segera diajukan ke gubernur NTT untuk mendapat persetujuan. Dua nota kesepahaman dimaksud yakni antara Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI dengan Gubernur NTT, dan antara Pemerintah NTT dengan pemerintah empat kabupaten di Sumba.

Wakil Bupati SBD, Ndara T. Kaha meyampaikan, terdapat banyak hal yang harus dibenahi dalam bidang pendidikan jika ingin menghasilkan anak didik yang berkualitas. Termasuk didalamnya, pembenahan terhadap sarana dan prasarana sekolah selain akses jalan menuju sekolah. Alangkah baiknya guru negeri yang mengajar di sekolah swasta supaya ditarik kembali ke sekolah negeri.

Baca juga : Kebijakan Lima Hari Sekolah Tidak Bisa Dilaksanakan Serentak di NTT

“Sebab, kondisi di Sumba, khususnya di SBD memang kekurangan guru yang berkualitas. Kalau tidak menarik kembali guru negeri, akan menambah masalah di Sumba,” ujar Ndara.

Dia menyampaikan, sesuai statistik penempatan guru di SBD terpusat di ibu kota kabupaten, sedangkan di daerah pedalaman kekurangan guru. “Untuk itu, kami berupaya melakukan pemerataan penempatan guru pada seluruh wilayah di SBD, agar dapat tercipta kesetaraan dalam mengekses pendidikan,” papar Ndara.

Wakil Bupati Sumba Tengah, Umbu Dohu menyampaikan, sarana dan prasarana pendidikan sudah memadai. Namun masih menjadi permasalahan yaitu akses bagi anak didik menuju sekolah yang cukup jauh. Energi anak-anak akhirnya terkuras habis, sehingga sangat lemah dalam menerima pelajaran di sekolah. Sesungguhnya terdapat banyak faktor yang berperan sehingga berpengaruh pada rendahnya mutu pendidikan di Sumba.

“Jangka waktu nota kesepahaman yang hanya satu satu terlalu singkat. Tentunya sulit juga meningkatkan mutu pendidikan. Kenapa tidak lima tahun?” tanya Umbu Dohu retoris.

Kepala Dinas Pendidikan SBD, Yohana Lingu Lango menambahkan, perekrutan tenaga guru harus sesuai standar Sarjana Mendidik Terdepan, Terluar dan Tertinggal (SM3T). Perekrutan tenaga guru bisa diambil dari Undana Kupang yang adalah putra daerah sendiri. Sebab, tenaga guru SM3T sangat membantu anak-anak, mengingat mereka dibekali kemampuan mendidik yang tinggi.