DPRD Kota Kupang Mempertanyakan Pembangunan Reservoir

Bagikan Artikel ini

Laporan Nyongki Mauleti
Kupang, NTTOnlinenow.com – Rencana pembangunan resevoir atau tempat penampung air dengan kapasitas yang besar untuk pelayanan di PDAM Kota Kupang, dipertanyakan anggota Komisi II DPRD Kota Kupang. Pembangunan itu dupertanyakan komisi II, karena anggaran sudah dialokasikan pada APBD Murni 2017, namun hingga saat proses pembangunan belum diketahui.

“Kami sebagai mitra dengan PDAM Kota Kupang, mempertanyakan proses rencana pembangunan reservoir yang direncana tahun ini dibangun, namun belum ada juga aksi lapangannya hingga saat ini,” kata anggota asal PDI Perjuangan DPRD Kota Kupang, Muhammad K.Ghudban kepada wartawan di kantor DPRD Kota, Senin (7/8/2017).

Menurut Ghudban, sesuai hasil penyampaian PDAM Kota Kupang, bahwa rencana pembangunan reservoir tersebut dalam tahun ini, namun hingga saat ini belum ada juga titik terang pembangunan reservoir tersebut, sehingga hal ini yang menimbulkan pertanyaan kapan pelaksanaannya.

“Kita liat saat sudah memasuki bulan Agustus dan sebentar lagi sudah bulan Oktober, dimana bulan tersebut kebutuhan air pastinya sangatlah sulit, sehingga sebagai salah satu upaya pembangunan reservoir tersebut dapat dipercepat pembangunannya,” kata Ghudban.

Ghudban mengaku, dalam pembangunan reservoir ini, diketahui sudah ada dana di PDAM, sehingga proses pembangunan seharusnya sudah di mulai dari sekarang, sehingga bisa lebih cepat dalam mejawab akan kebutuhan air baku bagi masyarakat.

Hal senada juga dikatakan, anggota komisi II asal partai Golkar, Jemari Yoseph Dogon, sebenarnya pembangunan resevoir ini sudah ada aksi di lapangan, sehingga dapat digunakan secara cepat dalam pemenuhan akan air baku bagi warga kota.

“Rencana pembangunan reservoir sesuai penjelasan PDAM, dapat melancarkan pendistribusian air bagi pelanggan PDAM di beberapa kelurahan yang belum mendapat pelayanan secara baik,” tegas Dogon.

Menanggapi hal tersebut, Direktur PDAM Kota Kupang, Noldy Mumu yang dikonfirmasi terpisah mengatakan, rencana pembangunan reservoir tersebut akan dibangun dua reservoir yakni satunya dilakukan oleh Dinas PU dan satunya di lakukan oleh PDAM. Namun rencana tersebut belum dilaksanakan karena pihaknya masih melakukan penyelesaian lahan.

“Untuk pembangunan reservoir yang dilakukan oleh kami di PDAM saat ini masih melakukan penyelesaian lahan di lokasi yang akan di bangun reservoir tersebut,” kata Noldy.

Menurut Noldy, apa yang di pertanyakan DPRD khususnya komisi II tersebut, ada hal yang benar, dan menjadi masukan bagi PDAM.