Danrem 161 Wirasakti Minta Jaga Situasi Aman dan Kondusif di Perbatasan Belu

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua,NTTOnlinenow.com – Dalam kunjungan kerja ke Kabupaten Belu, Timor Barat wilayah perbatasan RI-Timor Leste, Danrem 161/Wira Sakti Kupang, Brigjen TNI Teguh Muji Angkasa melakukan tatap muka bersama Forkopimda, Toga, Tomas dan aparat Pemerintah Kabupaten Belu, Minggu (6/8/2017) pukul 20.00 Wita.

Dalam pertemuan itu, Teguh mengatakan silaturahmi dan tatap muka ini hal yang positif, dimana kita bisa mencari solusi guna mengatasi masalah yang sedang dihadapi. Apresiasi atas kegiatan silaturahmi pihak keamanan dan Pemerintah Belu.

Harapan saya selaku Danrem, kerja sama yang baik antar Pemkab dengan forkopimda selama ini tetap dijaga dan ditingkatkan. Karena ini ikut mendukung, mensuport selama tujuan untuk membantu warga di perbatasan Belu.

“Tolong situasi yang aman dan kondusif saat ini dijaga. Bantu saya ciptakan suasana yang aman dan kondusif saat ini agar tetap harmonis,” ungkap Teguh.

Mantan Wadanjen Kopasus itu mengemukakan, letak Kabupaten Belu yang berbatasan dengan Timor Leste merupakan suatu tantangan bagi kita semua. Perbatasan Belu menjadi fokus Pak Presiden dalam hal pembangunan berbagai infrastruktur.

“Beliau sudah resmikan PLBN Mota’ain tinggal Pos Motamasin dan Wini. Beliau tidak saja fokus di perbatasan Belu, di beberapa Kabupaten perbatasan lain dalam pembangunan infrastruktur jalan,” ujar Teguh.

Dijelaskan, perhatian tersebut menjadi fokus berat Pemerintah Pusat. Kabupaten Belu menurut saya mendapat rejeki, anugerah dikarenakan posisi yang strategis dan berinteraksi dengan negara tetangga Timor Leste.

Baca juga : Danrem Kunjungi Kampung Adat Matabesi Gunung Lidak

“Tetap jaga keutuhan NKRI, perbatasan ini serambi terdepan Indonesia dan jadi titik perhatian fokus pembangunan daerah perbatasan dalam rangka terus meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ucap dia.

Ditambahkan, dirinya fokus pada wilayah perbatasan karena masih ada beberapa permasalahan. Saya ingin bahwa perbatasan ini bisa diatasi oleh semua stakeholder, khusus di sektor barat yang berbatasan dengan Oecusse masih ada dua daerah yang masih belum disepakati antara dua negara.

“Kita belum survei, dua negara juga belum survei soal lahan. Tapi reaktsi di batas sampai sekarang aman kondisi selalu, karena warga dua negara masih memiliki hubungan kekeluargaan. Harapan saya jaga situasi perbatasan yang aman dan kondusif ini,” tutur dia.

Bupati Belu, Willybrodus Lay mengungkapkan atas nama warga Belu sangat bangga mendapat kunjungan dari Dalam bersama Ibu serta rombongan ke perbatasan Belu.

Dikatakan, hubungan kerja sama selama ini dengan Kodim Belu sangat baik. Ide-ide Pak Dandim segar, sangat menarik dan luar biasa dalam hal bagaimana memajukan Kabupaten Belu.

“Kita selalu mendukung program TNI dan terimakasih program TNI bersama Pemda bahu-membahu membangun perbatasan Belu guna mensejahterakan masyarakat,” ungkap Lay.

Hadir dalam tatap muka itu Ibu Danrem, Ketua Tim PKK Belu, Kasi Intel, Kasi Opa Korem, Dandim 1605/Belu, Kapolres Belu, Danyon Raidersus 744/SYB, Dansatgas Yonif Raider 712/WT, Anggota DPRD Belu, Kajari, Ketua Pengadilan, Kalapas, Kepala Bea Cukai, Kepala RRl, Kepala Bandara serta Ketua MUI Belu.