Satgas Yonif Raider 712/WT Dapat Tiga Pucuk Senpi dan Satu Granat Aktif

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Timur Yonif Raider Yonif Raider 712/Wiratama berhasil mendapatkan jamtmuhandak, tiga pucuk senjata api dan satu buah granat aktif yang diserahkan oleh warga di dua Desa perbatasan Kabupaten Belu, Timor Barat dengan Negara Timor Leste.

Dalam keterangan pers yang diterima NTTOnlinenow.com, Sabtu (5/8/2017), dua pucuk senjata api yakni, senpi laras panjang jenis Springfield dan senjata rakitan diberikan warga Desa Silawan, Kecamatan Tasifeto Timur atas nama Filipe Dos Santos (47) yang diserahkan kepada Danpos Damar II Serka Richard NRP di Pos Damar II Satgas Pamtas RI-RDTL Yonif Raider 712/Wt, Jumat (4/8) pukul 19.30 Wita.

Senpi tersebut diperoleh dari hasil penggalangan dari Wadanpos Damar II Sertu Afdal bersama dua orang anggota yang melaksanakan salah satu kegiatan Komsos yakni anjangsana ke rumah warga Filipe Dos Santos guna memberikan sosialisasi mengenai kerajinan tangan di pos Damar II serta membawa Sargal berupa Kitab suci (Al-Kitab)dan kalung Rosario.

Maksud anjangsana untuk menjelaskan tentang pengerjaan kerajinan tangan di pos Damar II yang dapat meningkatkan kreatifitas dan mampu meningkatkan penghasilan ekonomi keluarga.

Sementara itu untuk satu pucuk senjata api laras panjang jenis Springfield dan satu buah granat tangan aktif diserahkan warga Lakmaras atas nama Simon Asa kepada Serka Christian M.Bawoel Danpos Lakmaras Satgas Pamtas RI-RDTL Yonif Raider 712/Wt satu hari sebelumnya, Kamis (3/8).

Dansatgas Yonif Raider 712/WT, Letkol Inf. Elvino Yudha Kurniawan yang dihubungi, Sabtu (5/8) mengatakan, dua pucuk senjata api laras panjang jenis Springfield dan satu pucuk rakitan serta satu buah granat tangan aktif itu hasil penggalangan anggota di Pos Satgas Damar II Silawan dan Lakmaras.

Baca juga : Paskibraka Diminta Jaga Pilar Kebangsaan

“Jamtmuhandak yang didapat ini keberhasilan anggota di pos Damar II dan pos Lakmaras yang aktif melakukan kegiatan anjangsana dan kegiatan teritorial lainnya ke rumah warga. Sebagai ungkapan terimakasih kita berikan bantuan pada warga yang telah serahkan senpi dan granat,” ujar dia.

Menurut dia, warga yang menyimpan senjata api secara illegal membahayakan diri karena melanggar hukum. Oleh karena itu selain melaksanakan tupoksi menjaga keutuhan dan kedaulatan NKRI di perbatasan Belu, pihaknya akan terus melakukan sosialisasi terhadap warga terkait kepemilikan jamtmuhandak.

“Warga mulai sadar untuk menyerahkan senjata api dan bahan peledak. Kita akan terus lakukan berbagai program Satgas melalui program peduli warga dan kegiatan teritorial di perbatasan. Semoga lewat kegiatan itu warga makin sadar dan mau serahkan senpi ke Satgas,” harap Elvino.

Satgas Gagalkan Penyelundupan 350 Liter BBM

Tambah dia, bersamaan di hari Jumat (4/8) pukul 17.30 Wita anggota Kima Satgas berhasil menggagalkan penyelundupan Bahan Bakar Minyak (BBM) illegal sebanyak 350 liter jenis bensi, solar dan minyak tanah (Mitan) di Jalan Trans Atambua- Atapupu Kelurahan Umanen Kecamatan Atambua Barat.

Adapun rincian barang bukti tersebut antara lain, 210 liter minyak tanah yang dikemas dalam 6 jerigen ukuran 35 liter. 70 liter jenis Solar dikemas dalam 2 jerigen ukuran 35 liter dan 70 liter jenis Bensin sebanyak 2 jerigen ukuran 35 liter.

“Para pelaku mengaku bersalah telah melakukan kegiatan penimbunan BBM. Kita berikan pemahaman pada mereka agar tidak ulangi perbuatannya lagi dan ada pernyataan mereka. Barang buktinya sudah kita amankan di gudang Mako Satgas,” pungkas Elvino.