PKB Nyatakan Sikap Tolak Peralihan Eks Teluk Kupang

Bagikan Artikel ini

Laporan Nyongki Mauleti
Kupang, NTTOnlinenow.com – Penolakan soal peralihan pemanfaatan lahan eks Restoran Teluk Kupang oleh Pemerintah Kota Kupang kepada PT Suba Suka Go, masih terus terjadi, kali ini penolakan dilakukan oleh Partai Politik yakni Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Kupang, yang meminta Pemerintah dapat mengembalikan lokasi eks Restoran Teluk Kupang mejadi ruang terbuka hijau (RTH).

Sebelumnya, penolakan telah dilakukan oleh Fraksi-Fraksi yang ada di lembaga DPRD Kota Kupang, dan dari masyarakat kota yang tergabung dalam Forum Suara Masyarakata Kota Kupang.

Penolakan yang dilakukan oleh PKB, disampaikan melalui penyataan sikap politik secara tertulis yang diserakan secara langsung oleh Ketua DPC PKB Kota Kupang, Daniel Hurek dengan didampingi Wakil Sekretaris dan beberapa pengurus DPC partai PKB kepada Ketua DPRD Kota Kupang, Yeskiel Loudoe, di ruang kerjanya, pada Kamis (3/7/2017).

Ketua DPC PKB Kota Kupang, Daniel Hurek, kepada wartawan usai menyerahkan penyataan sikap kepada Ketua DPRD mengatakan, setelah mengikuti pemberitaan melalui media massa baik cetak maupun elektronik tentang lokasi eks Resto Teluk Kupang, maka PKB menyatakan sikap politik atas persoalan yang terjadi tersebut.

Baca juga : Langgar Perda, Fraksi Kebangkitan Indonesia Tolak Pemanfaatan Lahan Milik Pemkot

Hurek mengatakan, pernyataan sikap politik PKB ini agar kembalikan lokasi eks Restoran Teluk Kupang menjadi ruang terbuka hijau. Alasannya, bahwa penduduk Kota Kupang saat ini telah mencapai angka diatas 500.000 jiwa, sehingga diprediksi dalam kurun waktu dari 30 tahun, telah dapat menembus angka satu juta jiwa.

Alasan lain, tambah Hurek, bahwa kesejateheraan rakyat saat ini meningkat dan dipastikan terus meningkat, walaupun terdapat kesejangan antara rakyat kaya dan miskin. Dan dengan adanya pertambahan jumlah penduduk dan meningkatnya kesejateraan rakyat membawa kosekwensi pada pergeseran kebutuhan dari primer ke sekunder (termasuk rekreasi).

Untuk itu, lanjut Hurek meliaht akan hal yang dimaksud tersebut, maka saat ini pemerintah kota baru dapat menyediakan satu ruang terbuka hijau untuk rekreasi dan lain-lainnya yaitu Taman Naostalgia, sehingga dengan memperhatikan Undang-Undang RI Nomor 26 tahun 2007 tebtang penataan ruang, dan Peraturan Pemerintah RI Nomor 26 tahun 2008 tentang rencana tata ruang wilayah nasional, serta Perda Nomor 9 tahun 2012, maka lokasi eks Teluk Kupang benar dan tepat menjadi ruang terbuka hijau.

“Berdasarkan pertimbangan dan peraturan perundang-undangan yang dimasud tersebut, maka DPC PKB Kota Kupang menyatakan menolak rencana Pemerintah Kota Kupang untuk menyewakan lokasi eks Resto Teluk Kupang kepada pihak swasta sehingga menghilangkan ruang terbuka hijau yang telah ditetapkan,” jelas Hurek.