Balon Wagub NTT Novianto Mengaku Difitnah Umbu Dandar

Bagikan Artikel ini

Laporan Jean Alfredo Neno
Kupang, NTTOnlinenow.com – Bakal calon wakil gubernur (Balon Wagub)Nusa Tenggara Timur (NTT), Novianto Umbu Pati Lende mengaku telah menjadi korban penipuan sekaligus pemfitnahan oleh Daniel Umbu Dandar yang tidak lain adalah adik kandung dari ayah mertuanya, dengan melaporkan dirinya ke pihak kepolisian dengan tuduhan penggelapan mobil.

Pernyataan ini disampaikan Novianto Umbu Pati Lende kepada wartawan saat menggelar konferensi pers di Kupang, Senin (31/7/2017).

Menurut Novianto, mobil fortuner dengan nomor polisi DD 2071 V, yang menjadi obyek laporan dari Umbu Dandar merupakan barang yang dibelinya dengan sistem cicil dari pelapor sendiri. Meski awalnya tidak berniat membeli mobil, namun karena diminta bahkan dipaksa beli oleh yang bersangkutan sehingga dirinya pun menyanggupinya.

“Awalnya, mobil itu dititip di Kupang. Ada dua mobil yang dia titip ke saya. Setelah diservice, mobil satunya dikirim ke Sumba dan yang fortuner dititipkan ke saya. Dalam perjalanan, sekitar bulan November 2016, beliau terdesak dengan kebutuhan uang. Beliau temui saya di Waikabubak, dia minta saya ambil mobil itu dengan harga dua ratus juta,” ungkapnya.

Anggota DPRD NTT ini mengaku, saat itu dirinya tidak berniat membeli mobil karena karena ada kebutuhan lain yang dirasanya lebih mendesak. Namun karena Umbu Dandar terus memohon kepadanya, akhirnya dia mau membeli dan mentransfer uang dari tiga bank berbeda senilai Rp 100 juta lebih.

“Sebenarnya uang yang saya berikan kepada dia itu sudah mencapai Rp 200 juta, bahkan lebih. Tetapi yang ada bukti transfer hanya Rp 100 juta lebih saja. Sedangkan selebihnya diberikan secara langsung, sehingga tidak pakai bukti atau tanda terima. Intinya saling percaya, karena hubungan kekeluargaan tadi,” katanya.

Sebelumnya, lanjut Novianto bulan Februari 2017 lalu, Umbu Dandar ke Kupang membawa serta BPKB dan STNK mobil tersebut, kamudian meminta untuk menggadaikannya. Setelah dicek ternyata surat-surat kendaraan tersebut sudah kedaluarsa selama tiga tahun dan harus membayar sejumlah Rp 21 juta.

Baca juga : Jonas Salean Percaya Jefri Riwukore Mampu Jalankan Amanat Rakyat

Berhubung STNK sudah kedaluarsa, Novianto berkonsultasi ke salah satu finance di Kupang. pihak Finance menyarankan agar terlebih dahulu dilakualn pencabutan berkas karena masih berplat Makasar. Selain ke Finance, novianto juga mengaku, berkonsultasi ke Dispenda NTT untuk mengetahui rincian biayanya.

“Butuh biaya sekitar Rp 21 juta karena STNK mati tiga tahun. Saya sampaikan ke Umbu Dandar bahwa butuh waktu ke Makasar untuk cabut berkas supaya bisa diproses. Pastinya saya bisa bayar pada bulan April uang Rp 150 juta yang diminta,” jelasnya.

Namun, kata politikus Partai Kebangkitan Bangsa NTT itu, saat dirinya melakukan kunjungan kerja ke Pulau Sumba, maka Umbu Dandar menyuruh adiknya untuk mengambil mobil tersebut dengan alasan untuk keperluan di Kupang. Ternyata, mobil tersebut hendak dilarikan ke Sumba. Namun, ketika tiba di Pelabuhan Feri Bolok, yang bersangkutan tidak dapat menunjukkan kelengkapan surat- surat kendaraan tersebut.

“Kebetulan petugas di pelabuhan mengenali tersebut, lalu menelepon saya dan mengatakan bahwa mobil yang sering saya gunakan itu mau diseberangkan ke Sumba tapi tanpa surat- surat. Mendengar informasi tersebut, saya minta petugas menahan mobil itu,” tegasnya.

Setelah mobil itu ditahan, kata anggota Fraksi PKB DPRD NTT itu, Umbu Dandara justru membuat laporan ke Polres Kupang dengan tuduhan penggelapan mobil.

“Saya kaget ketika mendapat panggilan dari Polres Kupang. Saya kesana dan kami sepakat untuk diselesaikan secara kekeluargaan. Tapi tiba- tiba dia memberikan pernyataan di media, bahwa saya menggelapkan mobil sehingga dipolisikannya. Ini tidak ada kompromi lagi dan saya segera berkoordinasi dengan pengacara untuk melapor balik,” tegasnya.