Tim KP Beri Pembekalan Wawasan Kebangsaan Pada Paskibraka Belu

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua,NTTOnlinenow.com – Sebanyak 77 pelajar tingkat SLTA dari 11 Kecamatan yang menjadi calon anggota Paskibraka Kabupaten Belu tahun 2017 mendapat pembekalan wawasan kebangsaan dari Tim Komunitas Perbatasan Belu-Timor Leste.

Pembekalan wawasan kebangsaan pada 42 putra dan 35 putri yang sedang berlatih itu dibawakan langsung oleh Ketua Tim KP, Alex Johan bertempat di Aula SVD Nenuk, Desa Naekasa Kecamatan Tasifeto Barat, Sabtu (29/7/2017) pukul 20.00 Wita.

Menurut Alex, maksud dan tujuan pembekalan tentang wawasan kebangsaan kepada anggota Paskibraka yakni, agar memiliki juga wawasan yang mantap dalam hal nasionalisme kebangsaan. Sehingga dapat tumbuh kebanggaan pada pribadi juga kelompok mereka, dan dapat menjadi panutan bagi komponen bangsa lainnya.

“Nilai-nilai kebangsaanlah yang berhasil mempersatukan kita sebagai Bangsa dan berhasil pula mengatasi berbagai ancaman yang mengancam kelangsungan berbangsa dan bernegara serta pembangunan nasional,” ungkap dia.

Diharapkan, agar para pelajar anggota Paskibraka pada perayaan HUT RI ke-72 tanggal 17 Agustus nanti bisa menjadi contoh bagi para pemuda lainnya dalam mengisi pembangunan di daerah. Juga terus menjunjung tinggi nilai-nilai yang terkandung pada Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945 dalam setiap langkah dan tindakan.

“Selamat kepada adik-adik semua, terpilih sebagai calon anggota Paskibra adalah orang-orang yang terpilih sebagai putra putri terbaik Bangsa yang mendapatkan kesempatan untuk mengemban misi yang mulia mengibarkan bendera merah putih pada peringatan detik-detik proklamasi 17 Agustus mendatang di lapangan umum Atambua, Kabupaten Belu,” ujar Alex.

Baca juga : Peduli Warga Batas, Satgas Yonif Raider 712/WT Gelar Baksos di Dusun Asulait

Dijelaskan, setiap warga Indonesia wajib untuk mengetahui tentang wawasan kebangsaan, agar rasa cinta pada tanah air semakin tinggi. Moralitas anak bangsa sepuluh tahun ke depan bisa kita lihat dari sekarang yang mana tampak dari sikap dan ahklak para generesi penerus bangsa. Khususnya yang berada di kota-kota besar, banyak terjadi tawuran, tidak hormat pada orang tua, mabuk-mabukan, bahkan banyak menjadi pengguna Narkoba.

“Ini semua merupakan fenomena yang kini sedang dihadapi bangsa ini, dan menjadi tugas kita bersama guna memberantas itu semua. Sehingga generasi penerus tidak terkontaminasi oleh sikap dan perilaku yang akan merusak bangsa ini ke depan,” papar dia.

Masih menurut dia, Pancasila merupakan perekat kebangsaan yang merupakan dasar Negara kita. Seperti cara beragama, dan bagaimana berinteraksi dengan sesama. Tidak ada gunanya kita makmur dan modern, namun kehilangan hal yang fundamental dan mendasar dari bangsa kita seperti Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, semangat kesatuan dan persatuan, serta toleransi.

Diharapkan generasi penerus bangsa untuk tidak mudah terpengaruh dengan budaya asing. Hendaknya kita mampu memilah mana yang patut untuk ditiru, dan mana yang tidak, yang justeru kelak akan mengancam kesatuan dan persatuan bangsa Indonesia. Dia yakin, para generasi muda dapat mengatasi ancaman yang dapat memecah belah keutuhan NKRI, baik yang datang dari luar maupun dalam negeri yang bisa menghancurkan bangsa Indonesia.

“Berfikir jernih, cerdas, bijak, dan kritis, merupakan kunci keberhasilan dimasa mendatang. Melalui kegiatan ini diharapkan para calon anggota Paskibra dapat memahami arti hidup dan berjiwa sosial, serta dapat menumbuhkan jiwa juang, demi utuhnya NKRI serta nantinya mampu menularkan kepada generasi muda lainnya,” pinta Alex.

Untuk diketahui, kegiatan pembekalan wawasan kebangsaan kepada 77 orang pelajar itu dihadiri juga 10 orang tim pelatih, 4 orang tim pengawal, 2 orang Komandan Pasukan serta 2 orang sfaf Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Belu.