Masyarakat NTT Diajak Perangi Paham Radikalisme

Bagikan Artikel ini

Laporan Jean Alfredo Neno
Kupang, NTTOnlinenow.com – Seluruh komponen masyarakat NTT diajak untuk memerangi paham radikalisme yang dibawa oleh ormas- ormas radikal yang ingin memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa serta mengubah dasar negara Indonesia.

Permintaan ini disampaikan Kepala Badan Kesbangpol NTT, Sisilia Sona kepada wartawan di Kupang, Jumat (28/7/2017).

Sisilia mengakui, beberapa waktu lalu ada ormas yang menganut paham radikal masuk ke NTT, seperti Gafatar dan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Namun keberadaan mereka selalu dipantau sehingga pergerakan mereka tidak meluas. Dengan lahirnya UU 17 Tahun 2017 tentang ormas dan Perppu 2 Tahun 2017 yang melarang ormas HTI, secara otomatis ormas HTI dilarang beraktivitas di NTT.

“Kita minta masyarakat untuk ikut memantau aktivitas HTI di daerah ini agar tidak lagi melakukan berbagai kegiatan dan menyebarluaskan ajaran radikal yang dianut,” kata Sisilia.

Baca juga : Pemerintah NTT Tetap Pantau Keberadaan HTI

Dia menyampaikan, Pemerintah NTT sebelum lahirnya UU 17 Tahun 2017 itu sudah secara tegas menyatakan menolak hadirnya ormas radikal di provinsi bercirikan kepulauan ini. Bahkan salah satu pegawai negeri sipil (PNS) yang diketahui sebagai anggota Gafatar, langsung diproses pengunduran diri dari PNS. Ini memperlihatkan Pemerintah NTT tidak main- main dengan ormas radikal.

“Kita harus berani katakan “tidak” kepada ormas penganut paham radikal di NTT,” tandas Sisilia.

Sisilia mengungkapkan, perang terhadap ormas radikal ini tidak hanya di NTT tapi juga secara nasional. Bahkan pemerintah pusat menggelar seminar di Kupang dengan para pesertanya adalah para pelajar. Seminar itu bertujuan untuk mengajak para pelajar memerangi dan menangkal radikalisme di NTT.

Selain itu, lanjut Sisilia, seminar juga dilaksanakan untuk kaum perempuan. Tujuannya, mengajak kaum perempuan agar bersinergi dengan komponen lain untuk mengatakan tidak pada radikalisme dan terorisme. Hal ini penting untuk menjaga keutuhan bangsa dan kokohnya empat pilar bangsa.