DPN PKPI Lakukan Verifikasi Internal DPP dan DPK di NTT

Bagikan Artikel ini

Laporan Jean Alfredo Neno
Kupang, NTTOnlinenow.com – Tim verifikasi Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) melakukan verifikasi internal di Partai Politik (Parpol). Kali ini verifikasi dilakukan terhadap Dewan Pimpinan Provinsi (DPP) Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Dewan Pimpinan Kabupaten (DPK) di daerah itu.

Tim verifikasi dipimpin Alina Maya Lengkong, selaku Koordinator Wilayah Bali, NTT dan NTB didampingi dua anggota, masing- masing Esther RM. Mandalawati dan M. Dinal Effendi, yang tiba di Sekretariat DPP PKPI NTT sekitar pukul 11.45 Wita.

Sebelum dipersilahkan masuk, Alina Maya Lengkong bersama tim disambut dengan sapaan adat Timor (Natoni), dan ketiganya dikalungi selempang motif (Po’uk) sebagai tanda penghargaan. Kedatangan tim verifikasi internal tersebut disambut hangat oleh Ketua DPP PKPI NTT, Yan Mboeik bersama sejumlah pengurus dan DPK serta DPC.

Alina Maya dalam sambutan dan pemaparannya mengatakan, tim verifikasi yang turun ke kabupaten/kota se-NTT berharap seluruh data internal DPK, DPC hingga DPD selesai secara baik. Sehingga, roda organisasi Parpol bisa berjalan sebagaimana mestinya.

“Kami di DPN mempunyai program untuk pra verifikasi. Apa yang diverifikasi sebenarnya adalah syarat baku yang diperlukan oleh KPU apabila melakukan verifikasi faktual terhadap partai politik,” ungkapnya.

Menurut Alin Maya, kendati hasil dari Undang- Undang Pemilu yang baru disahkan mengamanatkan, partai politik peserta pemilu tahun 2014, tidak diverifikasi lagi. Namun, PKPI perlu melakukan antisipasi bilamana kembali dilakukan uji materi di MK terkait Undang- undang tersebut.

“Jadi kita dari DPN mengantisipasi akan hal ini, sehingga perlu untuk berjaga- jaga. Sekaligus momen ini dimanfaatkan untuk melakukan konsolidasi PKPI di masing- masing daerah,” katanya.

Karena itu, DPN akan mengecek secara langsung dan tanggungjawab verifikasi diberikan sepenuhnya kepada DPP. Setelah itu, akan dilakukan evaluasi secara bersama- sama.

“Evaluasi ini juga bukan berarti bila ada satu DPP atau satu DPK belum siap kemudian menjadi rapor merah, jadi apabila ada kesulitan ataupun kendala agar bersama- sama menyelesaikan masalah tersebut, sampai benar- benar siap untuk diverifikasi,” katanya.

Baca juga : EU-UNDP SUSTAIN dan BPSDM Gelar Pelatihan Sertifikasi SPPA

Dia menambahkan, setelah melakukan verifikasi di NTT, bersama tim yang dipimpinnya itu akan melanjutkan verifikasi ke DPP PKPI NTB, dan terakhir di Bali. Sesudah itu, akan kembali ke Jakarta untuk melaporkan hasil kunjungan dan verifikasi tersebut.

Anggota tim verifikasi, Ester RM. Mandakawati menambahkan, verifikasi tersebut bukan bermaksud mencari- cari kesalahan, tetapi justru memberikan ruang untuk berdialog. “Jadi tujuannya adalah untuk berdialog internal, sebelum berdialog eksternal terhadap lembaga yang harus dipertanggung jawabkan,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua DPP PKPI NTT, Yan Mboeik pada kesempatan itu mengutarakan, rasa terima kasih kepada pengurus DPN PKPI yang sudah berkenan berkunjung ke NTT dalam agenda verifikasi internal Parpol.

Yan Mboeik mengatakan, verifikasi internal ini merupakan bagian dari agenda konsolidasi nasional PKPI. Untuk NTT sendiri, kata dia, PKPI telah terkonsolidasi di 21 kabupaten/kota ditambah satu DPP.

“Untuk tingkatan DPC sudah mencapai 98 persen. Ada dua (2) kabupaten yang sedikit mengalami kendala sehingga masih tersisa 6 kecamatan yang belum, namun sudah ada kader yang dipersiapkan dan tinggal menunggu SK dan siap dilantik” ungkapnya.

Dengan demikian, dirinya yakin, dalam waktu dekat ini, kepengurusan di tingkat DPC akan seratus persen terbentuk. Bahkan, lanjut dia, saat ini kepengurusan sudah sampai pada tingkatan desa atau DPD.

“DPP siap bekerja untuk membesarkan PKPI di NTT dan bukan membesarkan orang perorangan. Verifikasi dan konsolidasi ini memberikan dorongan semangat bagi pengurus partai di daerah,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Yan Mboeik mempersilahkan Ketua DPK PKPI Kabupaten Kupang, Anselmus Jogo untuk menyerahkan contoh verifikasi sesuai petunjuk DPN yang sudah dipersiapkan yaitu dua bundel berkas berisikan KTA dan KTP dan seluruh surat- surat lainnya secara lengkap kepada tim verifikasi.