Ruas Jalan Ruteng-Iteng Rusak Parah, Warga Blokir dengan Menanam Pisang

Bagikan Artikel ini

Laporan Marten Don
Ruteng, NTTOnlinenow.com – Kondisi jalan Provinsi jalur Ruteng-Iteng, kecamatan Satar Mese, kabupaten Manggarai, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) selama ini rusak parah.

Jalan sepanjang 37 kilo meter ini merupakan satu-satunya jalur utama yang menghubungkan antara Kecamatan Langke Rembong ibu kota kabupaten Manggarai dengan kecamatan Satar Mese dan sekitarnya, termasuk ke PLTP Ulumbu.

Akhibat buruknya kondisi jalan tersebut selama ini masyarakat semakin resah, aktivitas perekonomian dan transportasipun juga menjadi terhambat.

Selain itu tak jarang para pengendara (mobil dan sepeda motor) yang melintasi jalur itu mengalami kecelakaan terlebih jika pada musim hujan tiba.

Kecewa dengan kondisi itu, Senin (24/7/2017) siang gabungan masyarakat dari sejumlah desa diwilayah itu melakukan aksi unjukrasa pemblokiran jalan tersebut dengan menanam pohon pisang disepanjang jalan itu.

Husaini, Koordinator aksi unjukrasa bersama Heribertus Nanggung, Sekretaris aksi kepada wartawan, Senin (24/7/2017) siang usai melakukan aksi menanam pohon pisang itu mengatakan kondisi kerusakan ini telah berlangsung lama, sejak tahun 2009 hingga 2017 ini.

“Kami sangat kecewa dengan kondisi ini. Dari dulu sampai sekarang belum ada perbaikan sedikitpun. Pemerintah sudah tidak memperhatikannya. Ini sungguh keterlaluan,” ungkap Husaini penuh kesal.

Pemerintah, kata Husaini, begitu acuh dengan kondisi ini. Sebab tidak pernah melakukan perbaikan.

Yang sungguh memprihatinkan, lanjut dia, saat dilalui kendaraan ambulance yang hendak mengantarkan pasien ke Badan Layanan Umum Daerah (BLUD RSUD) dr. Ben Mboi Ruteng, seperti ibu hamil maupun pasien umum karena perjalanannya harus berjam-jam lamanya baru tiba ditempat tujuan.

Baca juga : Kopi Flores Berhasil Pecahkan Rekor MURI

“Kalau antar pasien kita harus berjam-jam. Kalau pas musim hujan terpaksa harus dialihkan lewat jalur lain yaitu jalan Narang-Ruteng, kecamatan Satar Mese Barat tetapi butuh waktu lama untuk bisa sampai ke tujuan,” terangnya.

Dalam pernyataan sikap tertulisnya, ada 4 (empat) tuntutan, diantaranya yaitu, 1. Mendesak Pemkab Manggarai dan Pemprov NTT untuk segera memperbaiki jalan tersebut. 2. Mendesak Pemkab Manggarai untuk segera melaksanakan fungsi dan perannya sebagai kepala daerah dalam memperbaikai dan memelihara jalan tersebut. 3. Mendesak DPRD NTT agar turun kelokasi untuk melihat langsung kerusakan jalan itu. 4. Apabila aspirasi rakyat Satar Mese ini tidak direspons dan tidak teralisasi oleh Pemkab Manggarai dan Pemprov NTT maka sebagai pemilik dan pengguna jalan mereka akan segera menutup akses pada jalur tersebut.

Para pengunjukrasa masyarakat juga mempertanyakan fungsi dan peran Bupati Manggarai, Deno Kamelus sebagai Kepala Daerah.

Pasalnya sebagai kepala daerah mestinya memiliki peran yang penting. Mendesak Pemerintah Provinsi agar segera melakukan perbaikan pada jalur itu. Akan tetapi yang terjadi justeru tidak demikian.

Apalagi kecamatan Satarmese ini merupakan salah satu sumber lumbung pangan dan penghasil komoditi pertanian terbesar untuk kabupaten Manggarai.

Wilayah ini sudah memberikan sumbangsi terbesar bagi kenaikan Pendapatan Asli Daerah (PAD) kabupaten Manggarai selama ini. Namun sangat disayangkan, pemerintah justeru tidak memperhatikan itu.

Warga meminta agar Pemerintah Provinsi NTT segera turun tangan dan melakukan perbaki jalan tersebut. Sehingga aktivitas transportasi dan perekonomian masyarakat diwilayah itupun kembali normal.