Golomory Coffee Tawarkan Cita Rasa Kopi Nikmat Khas Flores

Bagikan Artikel ini

Laporan Jean Alfredo Neno
Labuan Bajo, NTTOnlinenow.com – Terbuat dari biji kopi pilihan dataran tinggi Flores, Golomory Coffee menghadirkan sensasi kenikmatan atau cita rasa tersendiri bagi penikmat kopi. Golomory coffee hadir bagi mereka yang sangat gemar dengan minuman berkafein ini.

Bertekstur ringan dan tidak terlalu pekat, kopi Flores mungkin terdengar asing bagi masyarakat kebanyakan. Bukan karena kurang populer, kopi asli Nusa Tenggara Timur (NTT) ini memang jarang ditemukan di pasaran lokal karena termasuk kopi premium asal Indonesia yang diekspor langsung ke mancanegara.

Pemilik produk Golomory Coffee, Hery Sia menyampaikan ini ketika ditemui NTTOnline di salah satu stan pameran di sela- sela kegiatan penutupan event balap sepeda internasional Tour de Flores 2017 di halaman kantor Bupati Manggarai Barat, Rabu (19/7/2017).

Menurut Hery, untuk menghasilakan biji kopi yang berkualitas dibutuhkan keuletan, kesabaran dan ketelitian. Akhir dari semua proses adalah sortirasi. Pemegang hak merek golomory coffee ini mengatakan, baru mendapatkan izin produksi pada Januari 2017, sehingga baru beroperasi pada Februari 2017.

“Untuk sementara, karena masih pemula maka produksinya masih kecil, dalam sebulan kami memproduksi sekitar 500 kilogram. Sedangkan untuk pemasarannya juga masih sebatas di daratan Flores. Tapi kalau ada pemesanan secara on line dari luar Flores juga tetap kami dilayani,” ungkapnya.

Hery menjelaskan, keunggulan dari Golomory Coffe adalah dikawal swjak awal proses pascapanen dari pemetikan, fermentasi dan penjemuran serta sortirasi yang dikontrol, sehingga menghasilkan kopi dengan aroma harum dan nikmat khas kopi asli Flores.

Baca juga : Sejuta Cangkir Kopi Flores Pecahkan Rekor Minum Kopi MURI

“Proses ini untuk memastikan kualitas biji kopi pilihan yang digunakan untuk produksi. Biji kopi yang digunakan yakni jenis arabica dan robusta. Jenis kopi arabica sendiri di dalamnya ada juga variannya seperti zuria, waerebo, colombia yang sering disebut ilokatura,” jelasnya.

Hery yang awalnya bergelut dibidang fotografi ini mengaku, melihat peluang untuk mengembangkan bisnis kopi di Flores, karena daerah itu memiliki potensi kopi dengan cita rasa yang khas dibanding daerah lain di Indonesia. Karena itu, produksi golomory coffe dipusatkan di Ruteng, Kabupaten Manggarai, NTT.

“Bisnis fotografi saat ini sudah kurang menjanjikan lagi, maka dari itu kami mencoba terobosan baru dengan bisnis kopi, karena sebetulnya kami juga berpikir untuk mengembangkan bisnis kopi di daerah ini,” terangnya.

Karena itu, lanjut Hery, moto yang dijalankan dalam bisnis tersebut adalah pemberdayaan, yang mana turut melibatkan masyarakat sekitar dalam pengolahan Golomory Coffe. Dia menambahkan, Golomory Coffe diproduksi dalam dua kemasan yakni masing- masing 150 dan 200 gram, untuk dua jenis yaitu kopi bubuk dan kopi biji.

Pantauan media ini, pencinta minuman kopi nampak memadari stan pameran Golomory Coffe di halaman kantor Bupati Manggarai Barat di Labuan Bajo siang itu, mereka terlihat menikmati racikan kopi yang disuguhkan oleh Hery bersama sejumlah karyawannya.

Pada kesempatan itu bertepatan juga dengan diadakannya Gerakan Sejuta Kopi Flores bersamaan dengan berakhirnya lomba balap sepeda internaaional Tour de Flores (TdF) 2017. Kegiatan minum sejuta cangkir kopi Flores ini pun berhasil pecahkan rekor MURI.

Museum Rekor Indonesia (MURI) mencatat, sebanyak 1.890.000 cangkir kopi diminum oleh hampir semua penduduk Flores, mulai dari ujung timur Larantuka sampai ujung barat Labuan Bajo secara serentak di pukul 14.00 – 16.00 Wita. Angka ini melebihi rekor sebelumnya yaitu 50.000 cangkir kopi yang dilaksanakan di Kabupaten Bener Meriah, Aceh, pada tanggal 13 Januari 2013.