Kopi Flores Berhasil Pecahkan Rekor MURI

Bagikan Artikel ini

Laporan Marten Don
Ruteng, NTTOnlinenow.com – Gerakan Sejuta Cangkir Kopi Flores (GSCKF) yang merupakan salah satu bagian dari rangkaian kegiatan Tour de Flores (TdF) 2017 akhirnya membuahkan hasil.

Rabu, 19 Juli 2017 petang, Kopi Flores telah resmi tercatat sebagai rekor baru dunia di Museum Rekor Indonesia (MURI) dengan nomor rekor 8000, kata Chairman TdF, Primus Dorimulu, melalui Koordinator Umum GSCKF, Irjan Buu Lorensius, kepada NTTOnlinenow.com, Jum’at 21 Juli 2017 di Ruteng.

GSCKF ini selain bertujuan untuk memecahkan rekor MURI, juga lebih kepada upaya memperkenalkan atau mempromosikan Kopi Flores kepada dunia, kata Irjan.

Sebab bukan tidak mungkin para petani kita, lanjut dia, punya kemauan agar potensi pertanian mereka, seperti kopi ini salah satunya untuk dipublikasikan agar dikenal didunia luar, namun tentu terkendala pada medianya.

Oleh karena itu maka inilah momen yang tepat bagi mereka supaya dikenal dunia luar.

Disisi lain, kualitas Kopi Flores ini terkenal baik, enak, gurih dan nikmat, tetapi belum begitu mendunia.

“Saya yakin dengan masuk rekor MURI, kedepannya orang tak lagi meragukan tentang Kopi Flores,” ujarnya.

GSCKF ini, semula ditargetkan “sejuta” cangkir Kopi Flores dari jumlah populasi masyarakat Flores 2,5 juta jiwa lebih. Namun tak disangka ternyata hasilnya justru melampaui target itu.

MURI mengakui bahwa penikmat Kopi Flores Se Indonesia pada hari itu, Rabu 19 Juli 2017 sesuai waktu yang telah ditentukan oleh penyelenggara tidak hanya sejuta, tetapi lebih dari itu.

Berdasarkan data yang masuk ke server penyelenggara GSCKF yang dipegang oleh pihak MURI sendiri, kata dia, grand total peminum Kopi Flores hari itu mencapai 1.890.000 orang melampaui target.

Angka itu diketahui setelah pihak MURI mengumumkannya kepublik. Sedangkan, pihaknya hanya sebagai penyelenggara saja.

Baca juga : Gerakan Sejuta Cangkir Kopi Flores Butuh Dukungan Seluruh Masyarakat

Semua data dari seluruh PIC mulai dari Kabupaten hingga desa dilaporakan via WhatsApp atau server penyelenggara GSCKF yang dipegang oleh pihak MURI sendiri.

“Kami tidak tahu berapa total data yang masuk dari setiap PIC karena server GSCKF dipegang oleh MURI sendiri. Yang menentukan layak atau tidaknya, sesuai target atau tidaknya bukan kami tetapi MURI. Kami hanya sebagai penyelenggara saja,” terangnya.

MURI memperkirakan sekitar butuh waktu 10 tahun lagi untuk bisa pecahkan rekor baru atau mengalahkan rekor ini, lanjut dia.

Penyerahan piagam rekor MURI GSCKF ini berlangsung di halaman utama kantor Bupati Manggarai Barat, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) dan disaksikan oleh seluruh peserta TdF dan hadirin yang ada pada saat itu.

Piagam itu diberikan kepada Gubernur NTT, Frans Leburaya, Chairman TdF, Primus Dorimulu, dan Koordinator Umum PIC GSCKF, Irjan Buu Lorensius.

Penyerahan Piagam disaksikan oleh Staf Kepresidenan RI, Gories Merre, dan Pemda Se Flores yang diwakili oleh Bupati Manggarai Barat, Drs. Agustinus Ch. Dula.

Turut hadir saat itu, Putri Pariwisata NTT, Nona Rivani Bistolen.

Menurutnya, Flores telah berhasil menyabet 3 (tiga) piagam berharga atas kerja sama para People in Charge (PIC) disetiap kabupaten muali dari Flores Timur sampai Manggarai Barat.

Ini sungguh luar biasa bahwa minum kopi secara serentak bukan sekedar event namun budaya khas.

“Saya mengakui antusiasme kita semua terhadap gerakan ini. Sehingga, kita bisa terus menghidupkan ekonomi bisnis dalam bidang pertanian dan perkebunan, produktivitas dan komoditas lokal,” pungkasnya.

Masing-masing daerah mempunyai kekhasan kopi. Ini saatnya kita bukan hanya untuk selangkah lebih maju, tetapi maju dan terus melangkah, Fores kaya akan hasil pertanian dan perkebunan dan pemasaran menjadi lebih luas mewabah.

Dirinya menyampaikan terimakasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung GSCKF tersebut.

“Kami berterima kasih kepada seluruh masyarakat Flores yang terlibat aktif maupun pasif dalam gerakan ini. Kepada segenap Pemda dan dinas terkait, media-media penyalur berita dan promosi, para PIC yang tersebar di 8 Kabupaten dengan total 80 PIC kabupaten dan lebih dari 500 para PIC di desa-desa dan kelurahan, para relawan Kopi Flores yang dengan caranya sendiri turut menyukseskan gerakan ini, para komunitas/asosiasi dan koperasi-koperasi dan kedai-kedai kopi yang tersebar diseluruh pulau Flores. Dari Ujung Barat pulau Flores, Labuan Bajo sampai ujung Timur Larantuka dan kembali lagi ke Labuan Bajo bahwa kita telah berhasil menyabet 3 piagam penghargaan rekor MURI rekor dunia,” tutup Irjan Buu Lorensius, Koordinator Umum GSCKF.