TdF Alihkan Perhatian Pemerintah Pusat Benahi Infrastruktur

Bagikan Artikel ini

Laporan Jean Alfredo Neno
Ruteng, NTTOnlinenow.com – Bupati Manggarai, Deno Kamilus mengatakan, dengan adanya lomba balap sepeda bertaraf internasional Tour de Flores (TdF) di Pulau Flores, maka pemerintah pusat ikut berkolaborasi membenahi infrastruktur di daerah.

Pernyataan ini disampaikan Bupati Manggarai, Deno Kamilus dalam sambutannya pada acara Gala Diner Pemerintah Kabupaten Manggarai bersama Peserta Event Tour de Flores 2017 di Ruteng, Selasa malam (18/7/2017).

Menurut Bupati Deno, infrastruktur jalan raya sepanjang lintasan yang dilalui oleh para pebalap mulai dari ujung Timur hingga Barat Pulau Flores yang sebelumnya dijumpai banyak berlubang, kini sudah dibenahi. Semuanya menjadi mulus.

“Artinya dengan adanya TdF, mampu mengalihkan perhatian pemerintah pusat untuk ikut berkolaborasi memperbaiki infrastruktur yang ada di daerah ini. Sekarang kalau melintas di jalan Trans Flores sudah tidak ada jalan berlubang lagi,” ungkapnya.

Deno pun menyinggung terkait adanya pendapat yang mengatakan bahwa event TdF tidak ada manfaatnya dan hanya menghabiskan banyak anggaran. Menurutnya, perbedaan pendapat merupakan hal biasa di era demokrasi seperti saat ini.

“Karena itu saya mau katakan bahwa kalau anda berjalan di jalan raya dari Labuan Bajo ke Ruteng selanjutnya ke Borong maka anda akan melihat jalan aspal yang mulus, tidak lagi ada jalan berlubang. Ini adalah salah satu dampak langsung yang bisa dirasakan oleh masayarakat,” katanya.

Dia menjelaskan, TdF merupakan salah satu event yang dirancang untuk mempromosikan sektor pariwisata. Selain itu, sebagai ajang bagi para pebalap untuk mendapat kesempatan berlomba dengan variasi situasi, arena dan kondisi alam yang berbeda. Tentu para pebalap akan mendapatkan manfaat pengalaman baru.

Baca juga : Penyambutan TdF Di Manggarai Terbaik dan Paling Meriah Tahun Ini

“Dalam konteks promosi pariwisata, tentu saja perhatian dunia akan tertuju ke Indonesia khususnya Flores. Tentu ini menjadi keuntungan tersendiri bagi NTT untuk dikenal luas di mata dunia internasional,” jelasnya.

Dikatakannya, untuk pelaksanaan TdF di tahun kedua ini, Manggarai menampilkan sesuatu yang berbeda dari tahun sebelumnya. Pasalnya, acara penyambutan dirancang dengan pelibatan elemen masyarakat yang lebih luas.

“Dan itu dapat dilihat ketika para racer memasuki Kota Ruteng, yang kemudian disambut dengan tarian masal dengan jumlah penari hampir lebih dari 1500 penari. Tahun lalu tidak ada. Hanya disambut dengan tarian caci saja,” katanya.

Persiapan ini dilakukan untuk menunjukkan kepada dunia bahwa masyarakat Manggarai sangat antusias, bangga dan bergembira menyambut para pebalap TdF. Dan ini merupukan salah satu bukti konkrit keterlibatan masyarakat yang mempersiapkan diri untuk menghadiri tarian masal tersebut.

“Mereka mempersiapkan diri dengan sukarela untuk berlatih dan sama sekali tidak ada biayanya atau dibayar, mereka tidak dikasih apa-apa, tapi karena betul-betul mereka punya rasa antusiasme, gembira dan senang untuk melibatkan diri dalam kegiatan ini,” sebutnya.

Dia menambahkan, hal itu sekaligus ingin menunjukkan kepada dunia bahwa masyarakat Manggarai adalah masyarakat yang bersahabat, masyarakat yang selalu terbuka dan menerima tamu yang datang ke daerah itu, masyarakat yang senang dan siap menerima tamu.

Deno juga berharap TdF tahun 2018 dapat kembali diselenggarakan. Karena banyak dampak manfaat yang bisa didapatkan dari event tersebut. Meski begitu, dia menyerahkan sepenuhnya tergantung pada pertimbangan-pertimbabangan dari panitia penyelenggara, event organiser dan pemerintah se-daratan Flores.