Satgas Tirai RI-RDTL Bina Pemuda Perbatasan

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Selain melaksanakan tugas di wilayah perbatasan Kabupaten Belu dan Negara Timor Leste, Satgas Tirai 2017 RI-RDTL  juga mempunyai tanggung jawab moral untuk melaksnakan pembinaan terhadap para pemuda perbatasan generasi bangsa Indonesia.

Salah satunya melaksanakan pembinaan meningkatkan sumber daya manusia (SDM) dalam kemampuan fisik dan mental melalui beladiri dalam wadah karate Inkai cabang Belu. Hal itu dimaksudkan untuk membekali para pemuda perbatasan sebagai generasi penerus yang berfisik prima, bermental pantang menyerah, berjiwa pancasila dan mencintai tanah air.

Demikian disampaikan Dantim Bais Satgas Tirai Atambua, Alex. J kepada media, Kamis (20/7/2017).

Dijelaskan bahwa, konteks pertahanan wilayah Atambua yang berbatasan langsung dengan negara Timor Leste menjadi hal penting dalam meningkatkan SDM setiap warga masyarakat di tapal batas terkait rasa nasionalisme, sehingga semangat akan cinta tanar air tidak pudar.

Lanjut dia, pasca eksodus tahun 1999 lalu ke wilayah Belu terpaksa menangung dampak sosial dan psikologi. Warga memilih NKRI, mengungsi untuk hidup menetap di Atambua dari berbagai etnis, suku, budaya dan bahasa yang beragam, pebedaan tersebut berpotensi menimbulkan konflik.

Baca juga : Desa Tialai di Belu Jadi Sentra Budidaya Cendana

Keterbatasan sumber daya manusia, tidak disiplin, minuman keras, lingkungan keluarga tidak sehat, asupan makanan yang bergizi kurang memadai, himpitan ekonomi yang berimbas pada godaan mental untuk melakukan pelanggaran hukum diwilayah perbatasan dengan imbalan sejumlah uang untuk memenuhi kebutuhan hidup yang berakibat menurunnya jiwa nasionalisme dan cinta tanah air.

“Tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan SDM dalam meningkatkan kemampuan fisik dan mental para pemuda dan pemudi perbatasan yang berjiwa Pancasila, setia kepada NKRI serta untuk meningkatkan jiwa nasionalisme warga perbatasan dengan fisik yang prima dan mental pantang menyerah,” tutur Alex.

Tambah dia, disamping itu kegiatan tersebut juga untuk membentuk generasi muda perbatasan yang terdiri dari para pelajar SD, SMP dan SLTA yang tangguh dan pantang menyerah, disiplin, bertanggung jawab, juga menanamkan jiwa bela Negara, cinta tanah airr serta memperkokoh persatuan dan kesatuan warga di wilayah perbatasan Belu dan Timor Leste.

Diharapkan, kegiatan latihan bela diri karate ini dapat berkesinambungan dan dapat dilanjutkan untuk tahun- tahun berikutnya, karena kegiatan ini sangat baik guna meningkatkan kemampuan fisik dan mental para pemuda. Lebih pentingnya adalah pembinaan mental yang diharapkan dapat memelihara dan memupuk jiwa nasionalisme, mencintai tanah air dan mempertebal semangat Bela Negaranya,khususnya para pemuda di wilayah perbatasan.

“Harapannya pemuda perbatasan ikut mengambil begian berperan dalam menjaga Kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia melalui bidang olah raga bela diri dan bidang lainnya,” pinta Alex.