Galeri Seni Terjemahkan Program Cross Border di Kabupaten Belu

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua,NTTOnlinenow.com – Pembangunan galeri seni yang dilakukan oleh Bank Indonesia dan Pemerintah Kabupaten Belu merupakan salah satu wujud kemampuan Pemkab dalam menerjemahkkan program cross border yang dilakukan Kementerian Pariwisata RI melalui konser musik yang digelar beberapa waktu lalu di daerah Belu yang berbatasan langsung dengan Timor Leste.

“Apresiasi untuk pembangunan galeri seni yang dilakukan oleh BI. Ini wujud Pemkab Belu mampu menerjemahkan program Kementerian Pariwisata melalui kegiatan cross border,” ungkap Ketua Lembaga Peduli Masyarakat Timor Indonesia (LPMTI) Cabang Belu, Mariano Parada, Selasa (19/7/2017).

Dijelaskan, kemampuan Pemkab Belu dalam menerjemahkan program Kementerian Pariwisata melalui kegiatan Cross border tersebut dalam kaitan dengan dukungan Pemkab terhadap BI untuk membangun galeri seni di Belu. Hal ini upaya pemerintah untuk mempromosikan potensi dan kekayaan seni dan budaya yang dimiliki masyarakat Belu kepada masyarakat diluar daerah bahkan internasional secara berkelanjutan.

“Ini sederhana saja, pengalaman kita akan kegiatan Cross border melalui konser musik itu menghadirkan artis ibu kota bahkan tahun kemarin menghadirkan artis dan masyarakat dari negara tetangga (Timor Leste), konsernya malam,” ujar dia.

“Selain itu siang hari para artis diantar keliling Belu untuk melihat apa tempat wisata yang menarik, indah dan unik yang kita miliki, malam saat konser music berlangsung ada stand-stand yang digunakan masyarakat untuk promosi dan jual berbagai hasil kerajinan (souvenir) termasuk tenun ikat,” sambung Parada.

Baca juga : Peletakan Batu Pertama Pembagunan Galeri Seni di Perbatasan Belu-Timor Leste

Dikatakan, dengan adanya galeri ini kita tidak harus tunggu lagi ada konser musik baru promosikan hasil seni dan budaya yang kita miliki. Tetapi galeri ini menjadi salah saru sarana atau fasilitas permanen untuk mengakomodir seluruh potensi seni yang merupakan hasil karya yang memiliki nilai dan identitas budaya kita untuk dipromosikan secara berkelanjutan kepada masyarakat luas termasuk masyarakat internasional yang datang di Belu nanti.

“Inilah maksud penilaian saya akan salah satu wujud Pemkab Belu mampu menerjemahkan program Crossborder di perbatasan Belu dan Timor Leste,” ucap dia.

Lanjut dia, selama ini dirinya ini aktif mendampingi komunitas tenun ikat timor di Kelurahan Manumutin yang mana merupakan kelompok tenun binaan Bank Indonesia Perwakilan Provinsi NTT. Dia mengapresiasi kepedulian BI dan Pemkab Belu yang telah berupaya mendukung pengembangan seni dan budaya melalui tenun ikat dengan membangun galeri seni di Belu.

“Kita senang dan karena dengan adanya galeri ini tentu akan berdampak positif terhadap pendapatan ekonomi masyarakat terutama para pengrajin tenun ikat. Semoga dengan merangkai benang, kemiskinan pun bisa terurai dan harapan mereka untuk berubah dapat terwujud,” harap Parada.

Untuk diketahui, dalam pemberitaan sebelumnya Deputi Gubernur BI, Sugeng bersama Gubernur NTT didampingi Bupati Belu melakukan peletakan batu pertama pembangunan Galeri Seni yang berlokasi di Lingkungan Lesupu-Haliwen, Kelurahan Manumutin, Kecamatan Kota Atambua, Kabupaten Belu pada Senin 17 kemarin.