SMP Santa Angela Hadir di Perbatasan Belu-Timor Leste

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Lembaga pendidikan Sekolah Menengah Pertama (SMP) Santa Angela Atambua resmi hadir di Kabupaten Belu, Timor Barat wilayah Negara Indonesia yang berbatasan langsung dengan Timor Leste.

Peresmian SMP Santa Angela di kampus Ursulin, Kelurahan Manumutin, Kecamatan Kota Atambua, Senin (17/7/2017) diawali dengan perayaan ekaristi. Hadir dalam acara tersebut Ketua Pusat Yayasan Ursulin Indonesia, Asisten III Setda Belu, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Belu, Para Suster, tenaga pendidik, komite sekolah, orang tua wali siswa serta tamu undangan lainnya.

Ketua Yayasan Ursulin Indonesia, Sr. Ferdinanda Ngao, OSU dalam sambutannya mengatakan, pembukaan sebuah sekolah tingkat pertama tidak mudah, karena itu melewati berbagai tahapan, proses sesuai mekanisme dan prosedur yang ada.

“Rencana buka SMP Angela di perbatasan Belu berawal dari permintaan seorang ibu yang tanpa sengaja bertemu. Kami dari Yayasan pun terus melakukan koordinasi di Atambua, dan kerinduan kami terpenuhi SMP ini dibuka di Belu,” tutur dia.

Disampaikan bahwa, status pendidikan di SMP Santa Angela dimulai hari ini. Memulai suatu pendidikan bukan berarti dengan barang mati, tetapi pendidikan itu berurusan dengan manusia.

“Peresmian hari ini tidak lazim, manusia yang penting dilakukan gedung menyusul. Proses pembangunan gedung sedang dilakukan. Tahun ajaran 2018-2019 ada 54 siswa angkatan perdana. Tahun depan para siswa akan tepati gedung yang baru,” janji Suster Ferdinanda.

Jelas dia, hari ini SMP Santa Angela menjadi salah satuan pendidikan di kampus ini bersama dengan TK dan SD. Dengan tema, semangat pancasila kita membangun SMP Santa Angela yang berkarakter dan bersinergi dalam kebhinekaan.

Kabupaten Belu merupakan salah satu wilayah yang berbatasan dengan Timor Leste. Kita menyadari betapa penting generasi muda yang berkarakter tinggi dan generasai emas dimasa mendatang. Sebagai sebuah terekat Ursulin kami lebih mengutamakan pendidikan karakter pada proses pembelajaran.

Baca juga : Pesona Pantai Wemasa-Kobalima di Balik Benteng Peninggalan Jepang

Kesempatan itu dia berpesan pada tenaga pendidik, agar mengedepankan kejujuran dan keadilan dalam proses kegiatan belajar mengajar karena itu sangat penting. Jalankan tugas dengan disipilin, tegas dan harus adil. Kedepan SMP Santa Angela akan bertumbuh menjadi dunia pendidikan dalam keberagaman dan menghidupakan nilai-nilai tinggi Ursulin.

“SMP yang berkarater dan bersinergi dalam keberagaman. SMP ini milik kita bersama, mari kita sama-sama berikan dukungan moral spiritual dan tidak lupa dalam kerelaan finansial, karena biaya sekolah ini cukup mahal,” ungkap dia.

Lanjut dia, semoga dengan kehadiran SMP Santa Angela di perbatasan Belu ini mendorong percepatan laju pembangunan sumber daya manusia di wilayah Belu dan sekitarnya. “Melayani dan mencintai itu yang lahir dari pancasila, nilai-nilai Katolik, spirit dan sesuai program nawacita. Semoga hadir generasi yang berkualutas bagi negara dan gereja,” harap Suster Ferdinanda.

Sementara itu Asisten III Setda Belu, Ulu Emanuel mengatakan, program Pemerintah Belu yang utama lima tahun kedepan yakni pengemabngan sdm. Pendidikan rata-rata 65% di Belu putus SMP. Karena itu upaya pembangunan sdm memang menjadi prioritas, pendidikan dasar.

“Itu menjadi fondasi agar manusia bisa bertumbuh menjadi sumber daya yang berkualiatas. Kabupaten ini memiliki PR yang berat untuik bagaimaja jadikan sdm Belu ini berkulaitas. Terimakasih untuk Yayasan Ursulin karena telah berikan perhatian yang mendirikan satuan sekolah tingkat SMP,” ucap dia.

Pembukaan suatu sekolah harus melalui kajian, analisa dgn memikirkan segala dampak akibat yang ditimbulkan kalau sekolah telah dibangun. Akui dia, masih kurang dalam hal pendidikan, keinginan untuk membangun terus digalangkan tapi ketika diseroti berkas semua belum bisa terealisasi.

“Kedepan dengan jumlah siswa 54 ini mereka angkatan pertama yang nanti kedepan akan dilihat teman-teman, akan melihat jejak karena sekolah ini sangat berkualitas,” kata dia.

Usai sambutan dilanjutkan dengan pemukulan gong oleh Ketua Pusat Yayasan Pendidikan Ursulin Indonesia dan Asisten III Setda Belu dilanjutkan dengan penandatangan secara simbolis sebagai tanda pembukaan sekolah tersebut, dan penyematan lencana Serviam kepada Kepala Sekolah SMP, para Guru dan siswa oleh Suster Ferinanda Ngao, OSU.