Dukung Sektor Peternakan, Plan Internasional Teken Kesepakatan Teknis Bersama Dinas Peternakan NTT

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – PLAN Internasional Indonesia melakukan penandatanganan kesepakatan teknis bersama Dinas Peternakan Provinsi NTT dan lima Dinas Peternakan Kabupaten se-Nusa Tenggara Timur.

Penandatanganan dilakukan oleh Scild Project Manager Indonesia bersama Kadis Peternakan Provinsi NTT, Kadis Peternakan Kabupaten Kupang, Kadis Peternakan TTS, Kadis Peternakan TTU, Kadis Peternakan Belu dan Kadis Peternakan Malaka, dalam kegiatan ternak sapi tingkat Provinsi NTT tahun 2017 di Nenuk, Desa Naekasa, Kecamatan Tasbar, Kabupaten Belu, Timor Barat perbatasan RI-Timor Leste, Sabtu (15/7/2017).

Penandatangan kesepakatan teknis bersama Scild Project Manager dan Dinas Peternakan di NTT dalam rangka mendukung organisasi masyarakat sipil dan kaum muda yang berdaya pada rantai nilai sektor peternakan di NTT melalui project SCILD (strong civil society organizations for inclusive livestock value chain development).

SCILD Project Manager Plan Internasional Indonesia, Yedityah Tridarty Mella kepada awak media mengatakan, kesepakatan teknis bersama ini guna menindaklanjuti kesepakatan bersama yang telah ditandatangi oleh Gubernur NTT dan Country Director Plan Internasional Indonesia bersama 5 Bupati dari 5 Kabupaten yaitu, Kabupaten Kupang, Timor Tengah Selatan, Timor Tengah Utara, Belu dan Malaka pada bulan April 2016 lalu.

Dijelaskan, target utamanya sesuai dengan tujuan umum dari Project Scild yaitu, berkontribusi kepada peningkatan posisi sosial dan penguatan ekonomi bagi kaum muda laki-laki dan perempuan di NTT melalui dukungan yang berkelanjutan pada sektor peternakan.

Tujuan khususnya, memperkuat organisasi masyarakat sipil (OMS) lokal untuk menjadi penggerak bagi perempuan muda dan laki-laki muda, dan melengkapi mereka pada peningkatan partisipasi secara seimbang dalam menghadapi perkembangan ekonomi di rantai nilai peternakan di NTT.

Baca juga : Kabupaten SBD dan Kupang Juara Umum Kontes Ternak Sapi Tingkat Provinsi NTT 2017 di Belu

“Khususnya di lima Kabupaten target yaitu Kabupaten Kupang, TTS, TTU, Belu dan Malaka. Jadi melalui project ini kita bekerja sama dengan Dinas peternakan baik pada level Provinsi maupun Kabupaten untuk membuat program ini bisa memberdayakan kaum muda, khususnya perempuan muda,” ujar dia.

Lanjut Mella, kita berharap juga lewat program ini isu human trafficking atau masalah human trafficking itu bisa berkurang, karena kaum muda mendapatkan pekerjaan sebagai peternak- peternak muda. Jadi kita bekerja sama juga dengan balai besar peternak untuk memberikan pelatihan-pelatihan bagi kaum muda.

“Ada tiga jenis pelatihan yang kita fasislitasi bersama dua mitra utama kami yakni bengkel AppeK dan yayasan sanggar suara perempuan (YSSP) yaitu pelatihan soft skills, itu ada terkait gender perlindungan anak, partisipasi anak dan kaum muda. Ada pelatihan teknis yakni sapi dan ayam, dan pelatihan teknis organisasi,” urai dia.

Project ini didanai oleh Uni Eropa yang dihibahkan kepada 8 organisasi masyarakat sipil yang terpilih oleh program Plan. Masing-masing 8 organisasi dihibah dana sebesar 50.000 euro atau Rp 750 juta guna mendukung pengembangan mata rantai nilai sektor peternakan yang melibatkan 2000 kaum muda berusia 18-29 tahun.

Jadi tersebar di 40 desa di 5 Kabupaten, dan 65% target kaum muda tersebut adalah perempuan, karena Plan Internasional memberikan fokus pada hak-hak perempuan. Untuk Belu kita punya lima desa dan ada 250 unit dan mereka melakukan peternakan babi di desa Dualaus, Umanen, Manumutin, Naekasa dan Sadi. Project ini sudah mulai sejak tahun lalu per Maret 2017 tahun pertama dan kita akan memasuki tahun kedua yang akan akhir pada 2019.

“Tujuan dari rangkain kegiatan Plan Internasional yakni, kita ingin melahirkan peternak-peternak muda khususnya kaum perempuan untuk mendukung Propinsi NTT sebagai Propinsi ternak,” akhir Mella.