Polres Ungkap 39 Kasus Pencurian Ternak di Sumba Timur

Bagikan Artikel ini

Laporan Mohammad Habibudin
Waingapu, NTTOnlinenow.com – Kepala Kepolisian Resort (Kapolres) Kabupaten Sumba Timur, AKBP Victor M.T Silalahi, SH,MH mengatakan, dalam tahun 2016 hingga 2017 ada sebanyak 39 kasus pencurian ternak (Curnak) yang berhasil di tangani Polres Sumba Timur.

“Saya berkomitmen untuk memberantas penyakit masyarakat di wilayah Sumba Timur dan membuat program terobosan inofatif untuk membangun citra Polri agar dipercaya masyarakat,” kata Victor Silalahi, Jumat (14/7/2017).

Dia mengungkapkan, semenjak menjabat menjadi Kapolres Sumba Timur pada bulan Maret 2017 ia bertekad untuk memberantas pencurian ternak (Curnak) yang terjadi di wilayah hukum Polres Sumba Timur dengan menghadirkan Polisi ditengah masyarakat.

Victor juga merincikan, pada bulan Januari hingga bulan Juli 2017 ada 15 kasus curnak yang berhasil ditangani Polres Sumba Timur yakni, 12 kasus P21, 2 kasus tahap 1, 1 kasus SPDP dengan 24 orang tersangka dan beberapa kasus lainnya berhasil di tangani.

Baca juga : Polsek Kota Waingapu Himbau Jangan Salah Gunakan KKMT Ternak

Pada tahun 2016 Polres Sumba Timur juga berhasil mengungkapkan 24 kasus curnak yakni, 20 kasus P21 dan 4 kasus P19 dengan 38 tersangka, hingga bulan Juli 2017 berhasil menangani 39 kasus curnak yakni 39 kasus P21, 4 kasus P14, 1 kasus SPDP dan 2 kasus tahap 1 dengan 69 orang tersangka.

“Ini terbukti dengan terbentuknya Tim gabungan terdiri dari Satreskrim dan Satintekan, kami juga akan mengungkapkan para pelaku DPO pembuat Kartu Keterangan Mutasi Ternak (KKMT) palsu,” jelas Victor.

Untuk menjaga situasi Kamtibmas di wilayah Polres Sumba Timur juga mengedepankan tindakan pencegahan (preventif) dengan mengintensifkan patroli dan kegiatan sambang Bhabinkamtibmas untuk mencegah aksi kejahatan di wilayah itu.

“Jadi selain fungsi Intelijen kita memberdayakan peran Bhabinkamtibmas dalam menjaga situasi keamanan yang kondusif serta merangkul para tokoh masyarakat sebagai perpanjangan tangan tugas Polri, upaya ini untuk menekan angka kriminalitas di Sumba Timur sesuai dengan program Kapolri,”tandasnya.