KPU NTT Gelar Rakor Tentang PAW Anggota DPRD

Bagikan Artikel ini

Laporan Jean Alfredo Neno
Kupang, NTTOnlinenow.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Nusa Tenggara Timur (NTT) menggelar rapat koordinasi (Rakor) dengan pemangku kepentingan tentang Pergantian Antar Waktu (PAW) anggota DPRD, Jumat (14/7/2017).

Ketua KPU NTT, Maryanti Adoe mengatakqn, tujuan diselenggarakannya rakor tersebut untuk memberikan pemahaman bersama terkait regulasi dan langkah-langkah dalam Proses PAW angggota DPRD.

Hadir dari pemangku kepentingan yakni Partai Politik (Parpol) tingkat provinsi NTT yang memiliki kursi di DPRD Provinsi dan instansi terkait yakni Bawaslu, sekretariat DPRD NTT, Biro Tatapem Setda Provinsi NTT, KPU Kota Kupang dan Kabupaten Kupang.

Rakor yang diselengarakan di Aula KPU NTT tersebut menghadirkan dua orang narasumber yakni anggota KPU RI, Evi Novita Ginting dan Devisi Teknis KPU NTT, Thomas Dohu.

Anggota KPU RI, Evi Ginting dalam penjelasannya menyampaikan, inti dari proses PAW adalah karena adanya pemberhentian anggota DPRD yang diakibatkan karena mengundurkan diri, meninggal dunia atau karena tidak memenuhi syarat lagi sebagai anggota DPRD.

Baca juga : Komisi IV Nilai PSB Online Dikota Kupang Terkesan Dipaksakan

“Dalam proses ini partai mengajukan PAW kepada Pimpinan DPRD dan Pimpinan DPRD menyampaikan ke KPU. KPU memiliki waktu 5 hari kerja untuk melakukan verifikasi terhadap syarat calon pengganti,” ungkapnya.

Menurut Evi, KPU tidak berwenang terkait dengan alasan pemberhentian. Dan dalam waktu 5 hari tersebut KPU melakukan verifikasi dan menyampaikannya kembali ke pimpinan DPRD.

“Hal yg disampaikan KPU ke pimpinan DPRD adalah nama calon pengganti, perolehan suara calon pengganti dan rangking suara sah calon pengganti,” tandas Evi.

Anggota KPU NTT, Thomas Dohu ketika menyampaikan materinya, mengatakan tentang proses PAW yang lebih transparan saat ini melalui aplikasi PAW. “Dengan aplikasi ini publik bisa tahu proses PAW, alasan dan siapa calon pengganti,” ujarnya.